Sukses

IHSG Berpeluang Alami Aksi Ambil Untung, Simak Saham Pilihan BNI Sekuritas

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan aksi ambil untung pada perdagangan Jumat (17/6/2022) Investor dapat mencermati empat saham antara lain saham GOTO, PGAS, SMGR dan TINS.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar menuturkan, secara teknikal IHSG berpeluang profit taking terbuka, dari candle bearish pin bar dan pola konsolidasi.

"Trend bullish, selama di atas 6.932, berpeluang menuju 7.051- 7.160 (high kemarin di 7.138)). IHSG closing di atas 5 day MA (7.037). Indikator MACD netral, Stochastic mendekati oversold. Selama di atas 6.930, berpeluang menuju (sebelumnya target 6.888 - 7.209 gap tercapai) next 7.160/7.257. Range breakout berada di 6.924 - 7.160,” tutur Andri dalam risetnya, Jumat, 17 Juni 2022.

Adapun level resistance indeks berada di 7.086/7.117/7.138/7.189. Sementara untuk level support: 7.037/6.969/6.900/6.858. Perkiraan kisaran IHSG 6.990 - 7.120.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Leisyaputra mengatakan, indeks Dow Jones Industrial Average pada perdagangan kemarin ditutup melemah signifikan 2,42 persen, sementara indeks S&P 500 terkoreksi lebih dalam 3,25 persen, bahkan indeks Nasdaq mencatat pelemahan yang sangat signifikan sebesar 4,08 persen.

"Investor khawatir langkah the Fed dalam mengendalikan inflasi akan membawa ekonomi ke arah resesi. Bursa Eropa seperti FTSE 100, CAC 40 dan Dax Performance Index mengalami pelemahan yang signifikan setelah adanya kenaikan suku bunga the Fed,” ujar Maxi.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Saham Pilihan

Adapun Bank of England menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, sesuai perkiraan. Di luar perkiraan Swiss National Bank menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, kenaikan pertama sejak 2007.

Sementara itu, bursa regional Asia Pasifik kemarin bergerak variatif setelah the Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. Nikkei menguat seperti yang ditunjukkan oleh kenaikan saham Fast Retailing dan Fanuc. Sementara itu, indeks Hang Seng dan Shanghai Composite terkoreksi.

Dengan kondisi pasar saat ini, investor dapat mencermati saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan rekomendasi sell di harga 404/410 target 390/374 stop loss di atas 424.

Kemudian saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan rekomendasi buy pada harga 1.790-1.820 dan target 1.860/1.890, stop loss di bawah 1.700.

Investor juga bisa mencermati saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan rekomendasi buy di atas harga 6.900 dengan target 7.025/7.100 dan stop loss di bawah 6.750.

Aksi buy juga bisa dilakukan pada saham PT Timah Tbk pada harga 1.775-1.785 target 1.835/1.850 stop loss di bawah 1.700/1.685.

3 dari 4 halaman

Penutupan IHSG 16 Juni 2022

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdaganan Kamis, 16 Juni 2022. IHSG menguat setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga acuan dan investor asing melakukan aksi beli saham.

Pada penutupan perdagangan, IHSG melambung 0,62 persen ke posisi 7.050,32. Indeks LQ45 menguat 0,37 persen ke posisi 1.017,89. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Pada perdagangan Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.138,49 dan terendah 7.025,93.

Sebanyak 326 saham menguat sehingga angkat IHSG. 206 saham melemah dan 154 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.391.852 kali dengan volume perdagangan 28,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 17,7 triliun.

Investor asing membeli saham Rp 389,90 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.741.

Sebagian besar sektor saham meroket kecuali indeks sektor saham IDXtechno melemah 1,25 persen. Indeks sektor saham IDXenergy menguat 2,25 persen dan catat penguatan terbesar.

Diikuti indeks sektor saham IDXindustry menanjak 1,24 persen, indeks sektor saham IDXisklikal menguat 1,18 persen, indeks sektor saham IDXhealth dan IDXtransportasi masing-masing 1,07 persen.

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks Hang Seng turun 2,17 persen, indeks Thailand melemah 1,45 persen, indeks Shanghai merosot 0,61 persen, indeks Singapura susut 0,23 persen dan indeks Taiwan merosot 1 persen.

 

 

4 dari 4 halaman

Penutupan Wall Street 16 Juni 2022

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Kamis, 16 Juni 2022. Indeks Dow Jones turun di bawah level 30.000 untuk pertama kali sejak Januari 2021.

Hal ini seiring investor khawatir pendekatan agresif the Federal Reserve (the Fed) atau bank sentral AS terhadap pengendalian inflasi akan membawa ekonomi ke dalam resesi.

Pasar telah reli pada Rabu pekan ini setelah the Fed mengumumkan kenaikan suku bunga terbesar sejak 1994, tetapi membalikkan kenaikan tersebut pada Kamis pekan ini.

Pada penutupan wall street, indeks Dow Jones turun 2,42 persen atau 741,46 poin ke posisi 29.927,07. Indeks S&P 500 tergelincir 3,25 persen menjadi 3.666,77. Indeks Nasdaq susut 4,08 persen menyentuh 10.646,10 dan sentuh level terendah sejak September 2020.

Rata-rata indeks acuan alami koreksi pekan ini. Indeks S&P 500 susut 6 persen. Sedangkan indeks Nasdaq tergelincir 6,1 persen. Indeks Dow Jones merosot 4,7 persen, pekan ini.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq merosot ke wilayah pasar bearish, dan akhiri sesi turun masing-masing sekitar 24 persen dan 34 persen dari level tertinggi sepanjang masa. Hal ini karena inflasi dan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi bebani investor. Indeks Dow Jones itu, 19 persen di bawah level tertinggi intraday pada 5 Januari 2022.

“Sentimen investor tampaknya hanya dapat fokus pada satu hal pada satu waktu. Kemarin, the Fed menyampaikan seperti yang diharapkan orang. Itu meredam inflasi yang jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan orang dan meningkatkan kekhawatiran inflasi yang begitu agresif,” ujar Susan Schmidt dari Aviva Investors, seperti dilansir dari CNBC, Jumat (17/6/2022).

Selain itu, pada perdagangan Kamis pekan ini, indeks Dow Jones diperdagangkan di bawah 30.000 sejak Januari 2021. Rata-rata indeks acuan itu pertama kali bergerak di atas level tersebut pada November 2020 ketika stimulus moneter dan fiskal besar-besaran memicu reli pasar yang lebih luas. Dipimpin saham teknologi dan membawa rata-rata indeks acuan ke level tertinggi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS