Sukses

Ciputra Development Cetak Laba Bersih Tumbuh 72,88 Persen pada Kuartal I 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan kinerja keuangan yang positif selama kuartal pertama 2022. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan dan laba bersih.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Senin (16/5/2022), PT Ciputra Development Tbk meraih pendapatan Rp 2,23 triliun pada kuartal I 2022. Realisasi pendapatan itu tumbuh 20,71 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,85 triliun.

Perseroan mencatat beban pokok penjualan dan beban langsung bertambah 24,09 persen menjadi Rp 1,14 triliun jika dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 920,93 miliar. Dengan demikian, laba kotor tercatat Rp 1,09 triliun pada kuartal I 2022. Laba kotor tersebut bertambah 17,37 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp 928,80 miliar.

Perseroan mencatat kenaikan beban antara lain beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 282,14 miliar pada tiga bulan pertama 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 249,23 miliar.

Beban penjualan naik menjadi Rp 86,59 miliar pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 64,42 miliar. Beban lain-lain naik menjadi Rp 5,47 miliar pada kuartal I 2022 dari kuartal I 2021 Rp 2,92 miliar.

Di sisi lain, perseroan mencatat kenaikan laba entitas asosiasi dari Rp 8,2 miliar pada kuartal I 2021 menjadi Rp 10,22 miliar pada kuartal I 2022.

PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 420,74 miliar pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 243,37 miliar.

Dengan melihat kondisi itu, laba per saham dasar naik menjadi Rp 23 pada kuartal I 2022 jika dibandingkan tahun sebelumnya Rp 13.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Aset

Total ekuitas naik menjadi Rp 19,84 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 19,39 triliun. Total liabilitas perseroan turun menjadi Rp 20,97 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 21,27 triliun. 

Perseroan membukukan aset naik menjadi Rp 40,81 triliun pada kuartal I 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 40,66 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 7,4 triliun pada Maret 2022 dari Desember 2021 sebesar Rp 7,16 triliun.

Gerak Saham Ciputra Development (CTRA)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 13 Mei 2022, saham PT Ciputra Development (CTRA) naik 4,1 persen ke posisi Rp 1.015 per saham. Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.020 dan terendah Rp 960 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.521 kali dengan volume perdagangan 342.400 saham. Nilai transaksi Rp 34,2 miliar.

Sepanjang 2022, saham CTRA melonjak 4,64 persen ke posisi Rp 1.015 per saham. Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 1.140 dan terendah Rp 860 per saham. Total volume perdagangan 2.736.911.765 saham. Nilai transaksi Rp 2,7 triliun dan total frekuensi perdagangan 307.497 kali.

3 dari 4 halaman

Kinerja 2021

Sebelumnya, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan kinerja positif di 2021. Pada periode tersebut, perseroan mampu membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 31,4 persen menjadi Rp 1,74 triliun dari Rp 1,32 triliun di 2020.

Laba itu ditopang pendapatan perseroan yang naik 20,55 persen menjadi Rp 9,73 triliun di 2021, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 8,07 triliun.

Merujuk laporan keuangan perseroan, Sabtu (16/4/2022), pendapatan tersebut berasal dari penjualan dengan total Rp 8,03 triliun.

Rinciannya, penjualan kavling, rumah hunian dan ruko sebesar Rp 5,62 triliun. Kemudian apartemen Rp 1,25 triliun, dan kantor Rp 1,06 triliun.

Kemudian pendapatan usaha sebesar Rp 1,7 triliun. Rinciannya, pendapatan usaha dari rumah sakit Rp 671,1 miliar, pusat niaga Rp 425,87 miliar, hotel Rp 265,7 miliar, sewa kantor Rp 217,07 miliar, lapangan golf Rp 36,96 miliar dan lain-lain Rp 78,63 miliar.

Di saat bersamaan, beban pokok penjualan dan beban langsung naik menjadi Rp 4,89 triliun dari Rp 3,95 triliun di 2020. Sehingga perseroan berhasil mengukuhkan laba kotor Rp 4,84 triliun.

Sepanjang 2021, perseroan mencatatkan penghasilan lain-lain sebesar Rp 541,36 miliar. Bersamaan, beban umum dan administrasi tercatat sebesar Rp 1,18 triliun, beban penjualan Rp 367,59 miliar, dan beban lain-lain Rp 474,84 miliar.

 

4 dari 4 halaman

Kinerja Laba

Sehingga perseroan mencatatkan laba usaha Rp 3,36 triliun, naik dibandingkan 2020 sebesar Rp 2,65 triliun.

Setelah dikurangi pajak dan beban pajak, perseroan mengukuhkan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,09 triliun. Naik 52,31 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 1,37 triliun.

Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 31,4 persen menjadi Rp 1,74 triliun dari Rp 1,32 triliun di 2020 dengan laba per saham dasar Rp 94 per lembar dari sebelumnya Rp 71 per lembar.

Dari sisi aset perseroan sampai dengan Desember 2021 tercatat sebesar Rp 40,67 triliun, naik dibanding posisi akhir Desember 2020 sebesar Rp 39,26 triliun. Terdiri dari aset lancar Rp 21,89 triliun dan aset tidak lancar Rp 18,77 triliun.

Liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 21,27 triliun, turun tipis dari posisi akhir 2020 sebesar Rp 21,8 triliun.

Terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp 10,96 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp 10,31 triliun. Sementara ekuitas perseroan hingga akhir 2021 tercatat sebesar Rp 19,4 triliun, naik dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp 17,46 triliun.