Sukses

Widodo Makmur Perkasa Bidik Pendapatan Rp 9,7 Triliun pada 2022

Liputan6.com, Jakarta - Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) menargetkan pendapatan tumbuh 58 persen pada 2022 dibandingkan 2021. Perseroan secara konsolidasi menargetkan pendapatan mencapai Rp 9,7 triliun pada 2022.

"Pada 2021 grup kami mampu membukukan revenue Rp 6,2 triliun, dan akan terus tumbuh di 2022 ini mencapai Rp 9,7 triliun,” ungkap COO Widodo Makmur Perkasa, Mega Nurfitriyana dalam seminar Samuel Sekuritas, ditulis Rabu (26/1/2022).

Mega merincikan, target tersebut masih akan didominasi oleh lini bisnis poultry dan cattle. Masing-masing 37 persen dan 25 persen, lebih sedikit dibandingkan realisasi di 2021 sebesar 49 persen dan 31 persen. Selanjutnya ada lini meat processing yang ditargetkan memiliki kontribusi 18 persen, naik dari sebelumnya 12 persen.

Komoditi 11 persen dari sebelumnya 6 persen, serta konstruksi dan energi yang sebelumnya hanya 2 persen, pada 2022 ditargetkan memiliki kontribusi 9 persen.

“Tahun 2022 ini kami target gross profitnya ada di Rp 1,7 triliun. Ini didukung beberapa fasilitas produksi kami yang akan beroperasi secara komersil di tahun ini,” imbuh Mega.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kinerja 2022

Adapun target tersebut tumbuh 98 persen dibandingkan realisasi pada 2021 Rp 843 miliar. Dari sisi EBITDA tahun ini dipatok pada Rp 1,35 triliun, naik 126 persen dibandingkan 2021 sebesar Rp 595 miliar.

Pada 2021 perseroan secara konsolidasi mampu membukukan total aset sebesar Rp 5,6 triliun. Targetnya, pada 2022, aset akan berkembang terus mencapai Rp 8,5 triliun atau naik 50 persen. Ekuitas perseroan pada 2021 mengalami kenaikan sebesar 119 persen yoy menjadi Rp 2,42 triliun.

Mega mengatakan, hal itu didukung IPO dari Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), salah satu lini bisnis perseroan dan IPO dari Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) sendiri selaku holding. “Lalu di 2022 nanti akan tumbuh mencapai Rp 3,5 triliun, atau naik 43 persen,” kata Mega.