Sukses

Kasus COVID-19 Melandai, Champ Optimistis Kinerja Moncer pada 2022

Liputan6.com, Jakarta - PT Champ Resto Indonesia Tbk atau Champ optimistis dapat mencatatkan kinerja positif pada 2022, sejalan dengan melandainya kasus COVID-19 dan ekonomi nasional yang kian membaik.

"Kami sangat optimis untuk di 2022 dan kami tidak mau ketinggalan akselerasi atas pertumbuhan ekonomi di 2022 sehingga kami memutuskan untuk IPO tahun ini,” ujar Direktur Champ Resto Indonesia, Christopher Supit dalam paparan publik, Kamis (13/1/2022).

Supit menambahkan, perseroan juga ingin ikut serta dalam momentum pemulihan ekonomi nasional. Sehingga diharapkan dengan IPO yang dilakukan sekarang, kinerja perusahaan dapat tumbuh sejalan perbaikan ekonomi Indonesia pada 2022.

Merujuk prospektus pada laman e-IPO, Champ membukukan rugi Rp 57,43 miliar hingga November 2021. Angka ini jauh lebih baik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang catatkan rugi hingga Rp 140,23 miliar.

Supit mengakui, kinerja perseroan pada 2021 memang belum maksimal. Namun, dari sisi penjualan bersih sudah mendekati periode sebelum pandemi COVID-19 atau pada 2019.

Penjualan bersih hingga November 2021, tercatat sebesar Rp 672,8 miliar, naik dibandingkan periode yang sama di 2020 sebesar Rp 493,16 miliar. Sementara penjualan bersih pada 2019 tercatat sebesar Rp 1,09 triliun.

"Capaian kuartal IV, penjualan bersih sudah hampir menyamai kuartal IV 2019, di mana belum ada pandemi. Dan kami optimis dengan performa kami di 2021, sehingga kami yakin bahwa apa yang sudah dipelajari selama masa pandemi bisa membawa nilai perusahaan akan semakin lebih baik di 2022," ujarnya.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Lepas 30 Persen Saham ke Publik

Sebelumnya, PT Champ Resto Indonesia Tbk, perusahaan bergerak di bidang restoran yang kelola merek Gokana hingga BMK ini akan menggelar penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Perseroan menawarkan 666.666.000 saham dengan nilai nominal Rp 10. Jumlah saham itu 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Saham yang ditawarkan tersebut 222.222.000 saham merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel Champ Resto Indonesia. Sisanya 444.444.000 saham milik Barokah Melayu Foods Pte Ltd yang merupakan pemegang saham penjual atau saham divestasi. Harga penawaran saham tersebut Rp 800-Rp 950.

Dengan demikian jumlah dana IPO maksimal Rp 633,33 miliar. Dana tersebut terdiri dari penawaran umum saham baru Rp 211,11 miliar dan saham divestasi Rp 422,22 miliar.

Dana hasil IPO ini antara lain sekitar 22 persen akan digunakan perseroan untuk membayar sebagian utang perseroan kepada PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan sekitar 22 persen untuk melunasi utang perseroan kepada Ali Gunawan Budiman dan Barokah Melayu Foods Pte Ltd.

Selain itu, dana hasil IPO untuk belanja modal. Sedangkan dana hasil penjual saham divestasi sebanyak 444.444.000 saham akan dibayarkan kepada Barokah Melayu Foods Pte Ltd, selaku pemegang saham penjual. Perseroan tidak akan menerima hasil dari penjualan saham divestasi tersebut.

Dalam pelaksanaan IPO ini, perseroan telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Pemegang saham Champ Resto Indonesiasetelah IPO antara lain Barokah Melayu Foods Pte Ltd sebesar 49,73 persen, PT Alba Cipta Rasa sebesar 15,49 persen, Ali Gunawan Budiman sebesar 13,96 persen, PT Cipta Rasa Juara sebesar 10,79 persen, Christopher Supit sebesar 0,005 persen dan masyarakat sebesar 10 persen.

3 dari 3 halaman

Jadwal Sementara IPO

Jadwal sementara IPO:

-Masa penawaran awal pada 12-20 Januari 2022

-Perkiraan tanggal efektif pada 27 Januari 2022

-Perkiraan masa penawaran umum pada 31 Januari-3 Februari 2022

-Perkiraan tanggal penjatahan pada 3 Februari 2022

-Perkiraan tanggal distribusi saham secara elektronik pada 4 Februari 2022

-Perkiraan tanggal pengembalian uang pemesanan pada 4 Februari 2022

-Perkiraan tanggal pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Februari 2022