Sukses

Ambisi Itama Ranoraya Jadi USD 1 Billion Company pada 2024

Liputan6.com, Jakarta - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) berambisi untuk menjadi perusahaan dengan valuasi USD 1 miliar atau Rp 14,38 triliun (asumsi kurs Rp 14.381 per dolar AS) pada 2024.

Direktur Strategi dan Investor Relation PT Itama Ranoraya Tbk, Henry F Jusuf mengatakan, ambisi tersebut sejalan dengan tagline perseroan, yakni ‘hi-tech health care solution’.

"Jadi kita ingin stylenya seperti startup. Kita mikirnya seperti startup. Apa yang diperlukan pasar saat ini, dan apa yang diperlukan pasar 5 tahun ke depan,” kata dia dalam  diskusi Future Prospect of JCI in 2022, ditulis Minggu (12/12/2021).

Setelah mengetahui jawabannya, perusahaan mulai menyusun strategi untuk mengoptimalkan peluang pada masa mendatang. Di antaranya dengan merumuskan rencana transformasi yang telah dicanangkan Itama Ranorayapada 2020-2024.

Fokus utama adalah untuk membuat produk medis yang akan diperlukan di Indonesia pada masa mendatang sekaligus juga untuk ekspor.

"Kombinasi antara perdagangan dengan produksi ini akan terlihat di laporan keuangan IRRA di tahun-tahun berikutnya. Di mana growth level kta triple digit every year, karena kita mau achieve USD 1 billion company di 2024,” ujar Henry.

"Kita sudah set up apa saja yang akan kita lakukan, bagaimana kita melakukannya dan sama siapa saja kita bermitra,” ia menambahkan.

Ia mengatakan, strategi ini akan ditempuh dalam dua cara, yakni secara organik dan anorganik. Untuk anorganik, dilakukan dengan akuisisi perusahaan yang dapat memberikan nilai tambah dari sisi logistik antara produksi, distribusi dan inovasi.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gerak Saham IRRA

Pada penutupan perdagangan Jumat, 10 Desember 2021, saham IRRA turun tipis 0,98 persen ke posisi Rp 2.030 per saham. Saham IRRA dibuka stagnan Rp 2.050 per saham.

Saham IRRA berada di level tertinggi Rp 2.080 dan terendah Rp 2.030 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.820 kali dengan volume perdagangan 62.154. Nilai transaksi Rp 12,7 miliar.