Sukses

Investor Berebut Peluang, Bursa Saham Vietnam Cetak Rekor

Liputan6.com, Jakarta - Indeks acuan pasar saham Vietnam mencapai rekor tertinggi melampaui 1.500 poin pada Kamis, 25 November 2021. Pencapaian ini adalah pertama kali dan berlawanan dengan tren merah di sebagian besar bursa saham Asia.

Saham perusahaan kecil meningkat 36 persen pada tahun ini. Analis menggaungkan prestasi baru ini didorong oleh saham perbankan dan real estat sebagai momentum besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Pada Juni di tengah situasi COVID-19, skenario terbaik yakni progres Indeks VN dari tahun ke tahun (YoY) sebesar 30 persen pada 2021. Akhir tahun angkanya diproyeksikan saham mencapai level 1.500,” ujar Analis VNDirect Sekuritas, dilansir dari laman ChannelNewsAsia, Jumat (26/11/2021).

Vietnam menjadi salah satu negara dengan ekonomi yang konsisten dengan pertumbuhan tercepat di Asia. Meskipun negara ini terpukul akibat pandemi COVID-19 imbasnya mengganggu rantai pasokan. Selain itu, efeknya juga dirasakan oleh para pekerja di industri-industri utama.

PDB Vietnam mengalami kontraksi 6,17 persen pada kuartal III 2021. Menurut catatan, ini merupakan penyusutan kuartalan paling tajam. Padahal pemerintah memperkirakan PDB akan meningkat dari 6 persen menjadi 6,5 persen pada 2022.

Gejolak di pasar sebagian didorong minat investor untuk mencari peluang keuntungan. Selama pandemi COVID-19, berbagai investasi tertahan karena ekonomi lumpuh sehingga investor berusaha mendulang keuntungan yang harusnya didapatkan. Asumsi ini diungkapkan oleh beberapa analis.

"Akibat dampak pandemi COVID-19, kemampuan perekonomian menyerap dana investasi menurun signifikan sehingga investor memilih untuk menempatkan uangnya di pasar saham," tutur Analis PetroVietnam Securities.

Analis PetroVietnam Securities menambahkan para investor akan menarik dana atau berinvestasi di opsi lainnya setidaknya menunggu samapai pandemi COVID-19 dapat terkendali.

2 dari 2 halaman

Pembaruan Sistem

Indeks utama Vietnam memiliki kapitalisasi pasar hampir USD 247 miliar atau Rp 3.527,6 triliun (estimasi kurs Rp 14.282 per dolar AS). Setengah dari nilai tersebut berasal dari mitranya di Indonesia dan Thailand, dua negara dengan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Sekitar 1,1 juta akun perdagangan saham baru terdaftar di Vietnam selama sepuluh bulan terakhir pada 2021. Data resmi menunjukkan, pencapain IPO ini lebih tinggi dari torehan pada 2020.

Pemerintah menjelaskan sistem perdagangan baru akan diluncurkan guna menggantikan skema yang memiliki beban berlebih saat ini. Rencananya sistem akan diberitahukan pada kuartal II tahun depan demi mengimbangi arus masuk investor yang besar. (Ayesha Puri)