Sukses

Strategi United Airlines Genjot Program Vaksinasi bagi Karyawan

Liputan6.com, Jakarta - United Airlines mematuhi mandat yang ditetapkan pemerintah Amerika Serikat (AS). Mandat itu menyerukan melakukan vaksinasi kepada 67.000 karyawan di AS.

Akan tetapi, CEO maskapai United Airlines Scott Kirby tidak percaya perluasan persyaratan vaksinasi juga diberlakukan kepada penumpang merupakan ide yang bagus. CEO United (AUL), Scott Kirby mengatakan, sekitar 90 persen karyawan perusahaan telah menunjukan bukti vaksin kepada pihak maskapai.

Dia yakin sebagian besar lainnya sudah mendapatkan vaksin hanya saja belum mengunggah verifikasinya. Sejauh ini, sangat sedikit karyawan yang mengundurkan diri dengan alasan vaksinasi.

"Di perusahaan besar, itu terjadi hanya pada segelintir orang,” kata dia dilansir dari CNN, ditulis Minggu (19/9/2021).

“Yang saya sadari mungkin hanya satu dua orang saja. Kami akan memiliki lebih banyak pada saat itu selesai, tetapi itu akan menjadi jumlah orang yang sangat rendah,” ujar Kirby.

Karyawan ragu-ragu melakukan vaksin menjadi kekhawatiran perusahaan akan kehilangan karyawan. Sehingga perusahaan tidak memberlakukan mandat tersebut. Tujuannya agar karyawan tetap bekeja di perusahaan dan tidak perlu susah-susah mencari karyawan baru di pasar tenaga kerja yang ketat.

Namun, minggu lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan mandat federal kepada perusahaan untuk mewajibkan minimal 100 karyawan mereka diberikan vaksin atau jika tidak harus mengikuti ujian mingguan (uji negatif COVID-19).

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Dorong Vaksinasi di AS

"Saya tidak berpikir mewajibkan vaksinasi untuk perjalanan udara akan mendorong peningkatan besar dalam tingkat vaksinasi di AS. Apalagi ditamabah dengan mandat yang dikeluarkan. Peningkatannya akan sangat besar” kata Kirby.

Kirby berpendapat kebijakan pemerintah mewajibkan vaksin bagi pekerja atau mandat pengujian adalah cara yang efisien dalam memerangi COVID-19. Sehingga tidak terjadi percecokan di bandara, subway, dan fasilitas publik lainnya.

Maskapai United mendukung mandat federal yang dikeluarkan pemerintah AS. Dengan mewajibkan penumpang memakai masker, udara kabin menjadi segar dan bersih sebab ada peningkatan penyaring udara (berupa masker). Sehingga penerbangan menjadi aman dan nyaman meskipun pada masa pandemi.

Proyeksi dari Goldman Sachs minggu ini memperkirakan kebijakan pemerintahan Biden, yang juga memerlukan vaksin untuk sebagian besar pekerja perawatan kesehatan, pegawai federal, kontraktor dan beberapa pekerja pra-sekolah menambah 12 juta orang dewasa mendapatkan vaksin.

Artinya ini meningkatkan persentase warga AS yang sudah divaksin. Tetapi masih ada sekitar 25 juta pekerja yang tidak divaksinasi yang dicakup oleh aturan.

Selama musim panas ini, United dan maskapai AS lainnya tidak banyak melayani penumpang (transportasi udara masih sepi). Munculnya COVID-19 varian Delta dan penundaan pembukaan kembali kantor memperlambat pemulihan perjalanan bisnis.

Padahal perusahaan maskapai berharap pada musim gugur ini penerbangan bisa aktif lagi. Persyaratan vaksin untuk perjalanan udara domestik juga mempengaruhi turunnya minat penumpang berpergian, terutama menggunakan pesawat.

3 dari 3 halaman

Karyawan Tidak Vaksin Cuti dan Tidak Digaji

Sekitar 20.000 karyawan United telah memberikan bukti vaksinasi kepada perusahaan sejak kebijakan itu diumumkan 6 Agustus 2021, menurut memo yang dikirim ke karyawan United, Kamis16 September 2021.

Pekerja yang mengunggah bukti vaksinasi mereka sebelum 20 September akan memenuhi syarat untuk satu hari gaji tambahan. Karyawan United diberikan waktu sampai 27 September 2021 untuk mematuhi mandat. Jika tidak bisa memberkan bukti vaksi, pekerja siap-siap menghadapi cuti. 

Terdapat beberapa maskapai lain memberlakukan mandat federal (kewajiban vaksin bagi penumpang dan pekerja). Seperti maskapai Delta ( DAL ), mereka memberlakukan keharusan vaksin bagi penumpangnya. Akan tetapi, penumpang harus  membayar tiket lebih untuk asuransi kesehatan.

Berbeda dengan kebijakan federal yang diumumkan pekan lalu, United tidak mengizinkan pekerja yang tidak ingin divaksin menghindarinya melalui pengujian COVID- 19 mingguan.

Namun, karyawan United dapat mengajukan pengecualian medis atau agama dari aturan. Siapa pun yang permintaan pengecualian agamanya diterima oleh perusahaan akan dicutikan dan tidak dibayar. Sedangkan mereka beralasan medis yang diterima untuk tidak divaksinasi akan ditempatkan pada cuti medis, yang mungkin juga tidak mendapat gaji, tetapi itu semua tergantung pada kontrak serikat mereka. 

 

Reporter: Ayesha Puri