Sukses

IHSG Berbalik Arah ke Zona Hijau, Ini Faktor Pendorongnya

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil berbalik arah ke zona hijau pada perdagangan saham Selasa (4/5/2021). Investor asing melakukan aksi beli saham pada perdagangan Selasa pekan ini.

Mengutip data RTI, IHSG naik 0,19 persen ke posisi 5.963,82 pada penutupan perdagangan saham. Indeks saham LQ45 menguat 0,52 persen ke posisi 888,91. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada Rabu pekan ini, IHSG bergerak di kisaran 5.974-5.932. Sebanyak 223 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 251 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 994.271 kali dengan volume perdagangan 18,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 9,3 triliun. Investor asing beli saham Rp 209,73 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 14.383.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau yang dipimpin industri dasar. Sektor saham industri dasar naik 0,79 persen. Diikuti sektor saham aneka industri menguat 0,77 persen dan sektor saham pertanian menanjak 0,61 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas Nafan Aji menuturkan, penguatan IHSG didorong sejumlah faktor. Pertama, inflasi domestik yang stabil. Inflasi pada April 2021 mencapai 0,13 persen. Dengan demikian, inflasi tahun kalender Januari-April 2021 mencapai 0,58 persen dan inflasi tahun ke tahun 1,24 persen.

Kedua, ekspansifnya PMI Manufaktur Indonesia. Mengutip berbagai sumber, HIS Markit menyebutkan, purchasing manager’s index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2021 sebesar 54,6 atau naik 53,2 pada Maret 2021.

"Market mengapresiasi program vaksinasi global yang berjalan dengan lancar,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Dalam laporan PT Binaartha Sekuritas, IHSG berpeluang menguat pada perdagangan saham, Rabu, 5 Mei 2021. IHSG akan bergerak di kisaran 5.883-6.026.

“Terlihat pola bullish harami candlestick pattern  yang mengindikasikan ada potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat ke depannya,” dikutip dari laporan tersebut.

2 dari 5 halaman

Top Gainers dan Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham INTD naik 34,75 persen

-Saham VRNA naik 34,62 persen

-Saham KOBX naik 34,59 persen

-Saham PGLI naik 25 persen

-Saham HITS naik 25 persen

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham TEBE turun 6,96 persen

-Saham PGUN turun 6,96 persen

-Saham SUPR turun 6,96 persen

-Saham PORT turun 6,94 persen

-Saham JSPT turun 6,94 persen

3 dari 5 halaman

Aksi Investor Asing

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TBIG senilai Rp 86,9 miliar

-Saham TLKM senilai Rp 63,9 miliar

-Saham BBCA senilai Rp 42,7 miliar

-Saham DMMX senilai Rp 23,3 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 20,4 miliar

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham INTP senilai Rp 16,5 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 16,1 miliar

-Saham BSDE senilai Rp 15 miliar

-Saham BBTN senilai Rp 14,1 miliar

-Saham PGAS senilai Rp 8 miliar

4 dari 5 halaman

Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,70 persen. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,64 persen. Sementara itu, indeks saham Singapura melemah 0,04 persen dan indeks saham Taiwan melemah 1,68 persen.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini