Sukses

10 Sektor Saham Melemah Bebani IHSG

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu bertahan di zona hijau pada awal sesi perdagangan saham menjelang akhir pekan ini.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Jumat (29/4/2016), IHSG melemah tipis 9,02 poin atau 0,19 persen ke level 4.839,36. IHSG merosot berlanjut pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB.

IHSG tergelincir 14,36 poin atau 0,28 persen ke level 4.834,2. Indeks saham LQ45 melemah 0,51 persen ke level 928,93. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan menjelang akhir pekan ini.

Ada sebanyak 69 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona hijau. Sedangkan 52 saham menguat dan 44 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham tercatat 5.987 kali dengan volume perdagangan saham 129,7 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 132,7 miliar.

 

Pada awal sesi, investor asing melakukan aksi jual sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 5 miliar. IHSG sempat berada di level tertinggi 4.839,62 dan terendah 4.828,72.

Secara sektoral, 10 sektor saham melemah. Sektor saham aneka industri melemah 0,94 persen, dan memimpin penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi susut 0,61 persen dan sektor saham tambang melemah 0,57 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham ANTM naik 1,35 persen ke level Rp 750 per saham, saham BEST menanjak 3,26 persen ke level Rp 285 per saham, dan saham MAYA mendaki 5,1 persen ke level Rp 1.650 per saham.

Saham-saham tergelincir antara lain saham BBRI melemah 1,2 persen ke level Rp 10.250 per saham, saham BMRI susut 1,53 persen ke level Rp 9.675 per saham, dan saham KREN tergelincir 0,21 persen ke level Rp 2.420 per saham.

Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.192. Menjelang akhir pekan ini, bursa saham Asia cenderung tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 1,21 persen ke level 21.126,89, indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,79 persen ke level 1.985.

Indeks saham Singapura susut 0,50 persen ke level 2.847, dan indeks sama Taiwan melemah 1,21 persen ke level 8.376, sedangkan indeks saham Shanghai mendaki 0,07 persen ke level 2.947.

Analis PT First Asia Capital David Sutyanto menuturkan IHSG akan bergerak variasi dengan level support 4.820 dan resistance 4.870 namun cenderung koreksi.

Ia menuturkan, kondisi pasar global yang kembali dikhawatirkan dengan prospek pertumbuhan ekonomi global setelah data ekonomi Amerika Serikat (AS) dan kebijakan bank sentral Jepang yang mengecewakan akan mempengaruhi psikologis pasar pada perdagangan akhir pekan ini.

Sedangkan dari domestik, sentimen pasar relatif positif terutama terkait prospek pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2016 yang akan keluar pekan depan. Pertumbuhan ekonomi berpeluang tumbuh di atas lima persen year on year (YoY). (Ahm/Ndw)