Sukses

IHSG Menguat Ditopang Sektor Barang Konsumsi

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Laju IHSG tersebut mengikuti gerak bursa saham global.

Pada pembukaan perdagangan saham, Kamis, (28/4/2016), IHSG menguat 26,76 poin atau 0,54 persen ke level 4.874,84. Indeks saham LQ45 naik 0,78 persen ke level 835,29. Seluruh indeks saham acuan kompak berada di zona hijau.

Ada sebanyak 99 saham menguat dan mampu mengangkat IHSG, sementara 23 saham melemah dan 49 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 4.876,41 dan terendah 4.845,65. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 7.272 kali dengan volume perdagangan saham 227,6 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 264,1 miliar.

Secara sektoral, semua sektor kompak menghijau dipimpin saham sektor barang konsumsi yang naik 0,94 persen, diikuti saham pertambangan yang naik 0,92 persen dan saham manufaktur yang merangkak 0,80 persen.

Pada perdagangan saham Selasa pagi ini, investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 2,5 miliar. Sedangkan pelaku pasar lokal melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 2,5 miliar.

Saham-saham yang menggerakkan indeks saham dan menguat antara lain saham DOID naik 13,17 persen ke level Rp 166 per saham, saham KKGI mendaki 17,14 persen ke level Rp 600 per saham, dan saham ATIC menguat 6,90 persen ke level Rp 620 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham CLPI melemah 5,33 persen ke level Rp 1.985 per saham, saham BEKS susut 3,90 persen ke level Rp 74 per saham.

Indeks Harga Saham Gabungan/IHSG diperkirakan bergerak variasi pada perdagangan saham Kamis (28/4/2016).

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, ‎gerak IHSG pada perdagangan saham kemarin melawan arus Bursa Asia. IHSG ditutup menguat 31,56 poin atau sebanyak 0,66 persen ke level 4.845,66.

Dia mengatakan, penguatan IHSG didorong oleh rencana stock split saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dengan rasio 1:25. Hal tersebut membuat pelaku pasar menjadi antusias.

"‎Selain itu aksi reboundnya saham-saham perbankan setelah mengalami koreksi mampu membuat indeks sektor keuangan memimpin penguatan," kata dia dalam ulasannya.