IHSG Berpeluang Menguat

IHSG sendiri ditutup melemah pada perdagangan saham kemarin.

Diterbitkan 24 November 2015, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham pekan ini. Pasalnya, IHSG masih masuk dalam tren penguatan.

IHSG sendiri ditutup melemah pada perdagangan saham kemarin. Indeks saham melemah 20,26 poin atau 0,44 persen ke level 4.541,06. Indeks LQ45 turun 0,88 persen ke level 780,54.

"Selama ditutup di atas 4.500 masih menguat. Itu level psikologisnya," kata Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (24/11/2015).

Dia mengatakan, hingga saat ini belum ada sentimen berarti pendorong IHSG. "Dari dalam negeri belum ada apa-apa," tutur dia.

Dia mengatakan support IHSG berada pada level 4.500. Kemudian resistance pada level 4.600.

 

Baca Juga

  • Transaksi Harian Hanya Rp 3,6 Triliun, IHSG Susut 20 Poin
  • IHSG Lanjutkan Penguatan ke Level 4.570



Sementara PT Sinarmas Sekuritas memprediksi IHSG bergerak variatif pada hari ini. Indek saham akan bergerak pada rentan support 4.524 dan resistance pada level 4.573.

Adapun saham yang direkomendasikan Kiswoyo, antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sinarmas Sekuritias memilih beberapa saham untuk dicermati pelaku pasar, di antaranya PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES).(Amd/Nrm)

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham