Liputan6.com, Melbourne - Saham-saham di kawasan Asia Pasifik (Bursa Asia) kembali melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (21/8/2015). Pemicu pelemahan Bursa Asia adalah kekhawatiran dari pelaku pasar akan perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang bisa berpengaruh ke seluruh dunia. Selain itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) juga terus melemah karena ketidakjelasan rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) juga menekan indeks saham di Asia.
Mengutip Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen. Indeks Nikkei Jepang juga melemah 1,8 persen dan Indeks Kospi Korea Selatan menyusut 2,2 persen.
Perhatian pelaku pasar saat ini tetap kepada bagaimana bursa saham China berjalan. Beberapa hari terakhir pasar saham China telah turun dalam sebagai dampak dari perlambatan ekonomi negara Tirai Bambu tersebut.
Investor global berpandangan bahwa kemungkinan besar perekonomian China akan terhambat karena adanya beberapa masalah. Pertama karena prospek inflasi yang bakal melambat, kedua mengenai pelemahan permintaan akan barang-barang produk dari China dan ketiga perang mata uang yang sedang terjadi setelah negara tersebut mendevaluasi Yuan.
Pasar saham di Sanghai China telah turun 8 persen pada pekan ini. Pelemahan pasar saham di China tersebut berdampak kepada seluruh bursa saham termasuk di AS yang terlihat dari pelemahan S&P 500.
"Pasar Saham AS selama ini bisa dipandang sebagai salah satu tempat untuk menyelamatkan investasi, namun dalam beberapa waktu terakhir hal tersebut tidak terjadi," jelas Kepala Analis IG, Melbourne, Australia, Chris Weston.
Selain kekhawatiran akan China, negara-negara berkembang juga sedang melihat apa yang terjadi dengan nilai tukar. Saat ini, pergerakan nilai tukar sulit untuk diperkirakan termasuk juga dengan Dolar AS. (Gdn/Ndw)
Perlambatan Ekonomi China Bikin Bursa Asia Kembali Terjungkal
Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,5 persen. Indeks Nikkei melemah 1,8 persen dan Indeks Kospi menyusut 2,2 persen.
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297473/original/054602700_1784094013-cek_fakta_BRI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694575/original/019523900_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046088/original/077180100_1581323846-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)