Bursa Asia Melemah, Investor Cermati Hasil Pemilu Paruh Waktu AS

Bursa Asia melemah di tengah penghitungan suara pemilu AS. Investor mencermati peluang kemenangan Demokrat dan dampaknya terhadap pasar.

Diterbitkan 04 November 2026, 08:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia bergerak melemah pada awal perdagangan Rabu (4/11/2026), di tengah perhatian investor terhadap hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Penghitungan suara awal dan pasar prediksi menunjukkan peluang kemenangan Partai Demokrat semakin besar, sehingga memunculkan potensi kebuntuan politik di Washington.

Kontrak berjangka indeks S&P 500 turun 0,3%, setelah sebelumnya sempat menguat 0,5%. Kontrak Nasdaq 100 juga terkoreksi 0,6%.

Sementara itu, indeks MSCI Asia Pacific melemah 0,2%. Namun, indeks Kospi Korea Selatan justru melonjak 1%.

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama dunia. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun empat basis poin menjadi 4,92%.

Jutaan warga AS memberikan suara dalam pemilihan yang menentukan penguasaan Kongres serta sejumlah jabatan dan kebijakan di tingkat lokal.

Pasar prediksi Kalshi memperkirakan peluang Partai Demokrat menguasai DPR AS mencapai sekitar 97%. Sementara peluang Demokrat memenangkan Senat diperkirakan sekitar 86%.

 

Kemenangan Partai Demokrat

Analis Senior Nomura Holdings, Andrew Ticehurst, mengatakan perkembangan awal penghitungan suara menunjukkan peluang kemenangan besar Partai Demokrat semakin meningkat.

“Berita utama awal dan pasar prediksi menunjukkan meningkatnya kemungkinan terjadinya gelombang kemenangan Partai Demokrat. Skenario tersebut secara umum dipandang negatif bagi dolar AS dan positif bagi obligasi pemerintah AS. Pasar bergerak sesuai dengan gambaran tersebut pada awal perdagangan Asia,” ujarnya dikutip dari The Economic Times.

Di sisi lain, kebangkitan saham teknologi kini menghadapi perhatian terhadap hasil pemilu AS. Hasil pemilihan dinilai dapat mengurangi ketidakpastian politik dan mengalihkan fokus investor pada prospek belanja kecerdasan buatan (AI) serta risiko geopolitik menjelang akhir tahun.

Analis Edward Jones, Angelo Kourkafas, menilai hasil pemilu dapat menjadi momentum untuk mengakhiri ketidakpastian yang selama ini membayangi pasar.

“ Hasil pemilu dapat menjadi momentum yang menghilangkan sebagian ketidakpastian. Namun, perkembangan terkait tren AI dan geopolitik tetap menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar menjelang dua bulan terakhir tahun ini,” katanya.