Ketika Konser Andrea Bocelli Diiringi Aksi Penolakan

Di tengah kemegahan konser internasional tersebut, massa menggelar aksi. Mereka menolak pagelaran konser.

Diterbitkan 01 November 2026, 14:45 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan penonton terpukau menyaksikan penampilan penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (31/10/2026) malam. Di tengah kemegahan konser internasional tersebut, massa menggelar aksi. Mereka menolak pagelaran konser.

Kepolisian Daerah (Polda) Jateng menilai situasi kondusif dalam dua agenda yang berbeda secara bersamaan tersebut, mencerminkan kedewasaan masyarakat. Yakni dalam menghormati perbedaan pandangan, menjaga toleransi, dan memberikan ruang bagi setiap pihak untuk menjalankan haknya.

Konser bertajuk Andrea Bocelli – Romanza 30th Anniversary World Tour tersebut menghadirkan suasana istimewa. Latar megah Candi Borobudur berpadu dengan tata panggung dan permainan cahaya warna-warni, menciptakan pengalaman pertunjukan yang memukau ribuan penonton.

Dalam penampilannya, Bocelli membawakan sejumlah lagu dari album Romanza. Selain itu, karya-karya populer yang telah mengantarkan namanya dikenal luas di dunia musik internasional.

Suara khas penyanyi tenor berusia 68 tahun itu, berpadu dengan kemegahan panggung yang menghadirkan suasana yang sulit dilupakan para penonton.

Antusiasme penonton tidak hanya datang dari Magelang dan daerah sekitarnya. Sejumlah penggemar dari luar Pulau Jawa hingga mancanegara, turut berdatangan menyaksikan langsung penampilan musisi legendaris tersebut.

Salah satunya Arifin yang mengaku sengaja datang dari Medan demi menyaksikan konser idolanya. Dia bahkan telah menginap di Yogyakarta, sehari sebelum pertunjukan musik berlangsung.

"Saya datang jauh-jauh dari Medan, karena memang suka dengan suara Andrea Bocelli. Dan yang membuat saya senang, konser ini digelar di Candi Borobudur yang tentu menjadi kebanggaan Indonesia," ujar Arifin.

Konser di Borobudur yang dipungkasi dengan penerbangan ribuan lampion ke langit candi terbesar di dunia ini, merupakan bagian dari tur dunia Andrea Bocelli untuk memperingati 30 tahun perjalanan album Romanza.

Album tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam karier penyanyi asal Italia itu. Sebab turut memperkenalkan musik klasik dan opera kepada khalayak yang lebih luas.

Setelah tampil di Magelang Jawa Tengah, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan rangkaian tur dengan menggelar konser di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.

 

Sementara itu, di luar arena konser, kelompok masyarakat turun ke jalan menyuarakan penolakan. Mereka menyoroti rekam jejak Bocelli, yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel.

Para peserta aksi membawa poster dan spanduk berisi tuntutan penolakan terhadap penampilan Bocelli. Mereka juga menyuarakan solidaritas kepada masyarakat Palestina di tengah konflik yang masih menjadi perhatian dunia internasional.

Dalam sejumlah rekaman yang beredar di media sosial, sekelompok peserta aksi terlihat melakukan konvoi menggunakan sepeda motor Yamaha RX-King.

Konvoi tersebut melintasi persimpangan jalan di wilayah Salaman, Kabupaten Magelang. Demonstrasi di kawasan Borobudur itu bukan aksi pertama.

Sebelumnya, ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Peduli Palestina menggelar unjuk rasa di depan Markas Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026).

Sekira 200 peserta aksi mendesak agar izin penyelenggaraan konser Andrea Bocelli dicabut. Mereka mengenakan pakaian putih dan hitam serta membawa bendera Palestina dan poster berisi penolakan.

Ketua Aqsa Working Group Biro Jawa Tengah, Reza Subasir, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena konser tetap direncanakan berlangsung meskipun mendapat penolakan dari sejumlah organisasi masyarakat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurut Reza, massa meminta Polda Jawa Tengah turut mendorong pemerintah agar mencabut izin penyelenggaraan konser tersebut.

Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli berkaitan dengan sorotan sejumlah organisasi masyarakat terhadap dugaan keterlibatan penyanyi asal Italia itu dalam kegiatan penggalangan dana yang berkaitan dengan Israel.

Sikap penolakan juga sebelumnya disampaikan MUI. Lembaga tersebut meminta pemerintah membatalkan konser Andrea Bocelli.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan bahwa penolakan tersebut merupakan bagian dari komitmen MUI dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto salut kepada seluruh masyarakat yang turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama kedua kegiatan berlangsung. Menurut Yuliyanto, kondisi kondusif tersebut tidak terlepas dari peran para pengunjung, wisatawan, peserta penyampaian aspirasi, serta warga yang beraktivitas di sekitar kawasan Borobudur.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif," ujar Yuliyanto di Magelang.

Polda Jateng memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan dan kepentingan yang berbeda.

"Namun, hari ini masyarakat telah menunjukkan bahwa perbedaan tersebut dapat disikapi dengan saling menghormati tanpa harus mengganggu hak maupun aktivitas orang lain," terang Yuliyanto.

Dia juga mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Serta para pengunjung dan wisatawan yang mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.

Menurut Yuliyanto, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Begitu pula hak pengunjung untuk menikmati kegiatan wisata dan masyarakat sekitar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Yuliyanto menegaskan, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan kesiapan personel kepolisian saja. Namun juga dukungan seluruh pihak. Mulai dari TNI, pemerintah daerah, pengelola kawasan Candi Borobudur, penyelenggara konser hingga masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, personel gabungan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif serta komunikasi dialogis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak mendapatkan perlindungan dan dapat menjalankan aktivitas tanpa gangguan.

"Kehadiran Polri bukan untuk membatasi masyarakat dalam menjalankan haknya, melainkan memastikan setiap orang mendapatkan perlindungan dan dapat beraktivitas dengan aman," tegasnya.

Yuliyanto pun mengajak masyarakat menjaga toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan. Dia berharap sikap saling menghormati yang ditunjukkan selama konser Andrea Bocelli dan penyampaian aspirasi di Borobudur, dapat terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

"Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjauhkan kita sebagai sesama anak bangsa. Mari terus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama memelihara kondusivitas kamtibmas. Polda Jateng berkomitmen untuk selalu hadir melindungi hak dan keselamatan seluruh masyarakat," pungkasnya.