Baja Indonesia Raya Dorong Pelestarian Hutan hingga Beasiswa Pendidikan

Baja Indonesia Raya telah bergerak untuk melakukan perubahan positif bagi iklim Indonesia.

Diterbitkan 18 Oktober 2025, 18:17 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi iklim dan kerusakan hutan Indonesia mendapat sorotan dari Barisan Jaga (Baja) Indonesia Raya. Selain itu, organisasi ini juga menaruh perhatian pada pendidikan, budaya, dan ekonomi masyarakat. Baja Indonesia Raya akan bergerak membantu penanganan masalah iklim hingga pendidikan bagi masyarakat Indonesia.

Ketua Umum Baja Indonesia Raya, Wawan Sanjaya, mengatakan Baja Indonesia Raya telah bergerak untuk melakukan perubahan positif bagi iklim Indonesia. Salah satunya melalui penanaman pohon untuk merawat hutan demi menjaga iklim Indonesia.

"Kami ini harus turun ke masyarakat, mendengarkan aspirasi dan kami sudah berbuat untuk mengajak masyarakat menanam pohon salah satunya. Fokus untuk merawat hutan maka salah satunya kami menanam pohon," ujar Wawan, Minggu (18/10).

Baja Indonesia Raya mengajak stakeholder untuk peduli terhadap hutan dan kondisi iklim Indonesia. Menanam tanaman dan menjaga hutan merupakan salah satu upaya merawat hutan Indonesia.

"Jangan cuma memikirkan tentang keuntungan dari hutan dan sebagainya, tapi menanamnya kita lupa bahwa itu adalah bagian dari merawat hutan," tegas Wawan.

Baja Indonesia Raya telah bergerak melakukan perawatan hutan, di antaranya di wilayah Jawa Timur. Baja Indonesia Raya akan terus menjawab tantangan dalam menjaga hutan dan menghadapi perubahan iklim yang terjadi di Indonesia.

"Hari ini kerusakan sistem terjadi di mana-mana, pencemaran lingkungan, hutan dibakar di mana-mana. Perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam kita terus menjadi tantangan bagi kita. Hutan, air, laut, mineral dan seluruh sumber daya alam terus kita jaga dan kita kelola dengan penuh rasa tanggung jawab," jelas Wawan.

Baja Indonesia Raya berusaha terlibat dalam menjaga sistem alam karena upaya tersebut bukan sekadar pilihan. Selain itu, Baja Indonesia Raya memiliki empat pilar yang menjadi fokus perjuangan, yakni menjaga warisan alam, budaya, pendidikan, serta sumber ekologis kehidupan untuk mendukung perekonomian masyarakat melalui kewirausahaan.

"Hari ini kami mengukuhkan 40 pengurus untuk 11 provinsi," terang Wawan.

Baja Indonesia Raya juga berfokus pada pendidikan masyarakat, salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada masyarakat terpilih, khususnya anak-anak. Organisasi ini menargetkan 100 siswa menerima beasiswa setiap bulan, salah satunya untuk mengikuti kursus bahasa Inggris.

"Beasiswa yang jelas disini ada beasiswa kursus bahasa, untuk pelajar, kita sudah bekerjasama dengan Berlian kursus di Kediri, Kampung Inggris," ucap Wawan.

Dalam bidang pendidikan umum, Baja Indonesia Raya telah menjalin kerja sama dengan salah satu pondok pesantren di wilayah Sukabumi. Nantinya, masyarakat dapat mengikuti pendidikan mulai dari tingkat SMP hingga SMA dengan biaya pendidikan Rp 150 juta per anak.

"Ini untuk umum dan siswa tentu saja yang kita prioritaskan adalah mereka yang kurang mampu," tutur Wawan.

Wawan mengungkapkan, Baja Indonesia Raya lahir dari perkumpulan aktivis dari Sabang sampai Merauke yang memiliki pola pikir sama untuk memajukan bangsa Indonesia. Dari perkumpulan tersebut, lahir gagasan empat pilar perjuangan, yakni pendidikan, lingkungan, budaya, dan pelestarian sumber ekologis kehidupan.

"Empat pilar ini yang mengukuhkan kita," ungkap Wawan.

Pada pilar kebudayaan, Baja Indonesia Raya memandang Indonesia bukan hanya sebagai negara yang terbentang luas dengan beraneka ragam suku dan budaya. Baja Indonesia Raya berusaha menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

"Baja Indonesia Raya harus ikut turut serta menjaga warisan leluhur, para leluhur kita yang memiliki nilai-nilai luhur bagi kehidupan bangsa Indonesia. Jangan sampai di perkembangan zaman menjadikan kita bangsa yang lupa dengan nilai-nilai luhur, nilai-nilai tradisi yang terkandung didalamnya untuk menjadi generasi yang unggul dan hebat," tutur Wawan.

Baja Indonesia Raya tidak ingin masyarakat terpecah belah karena perbedaan adat dan istiadat. Untuk itu, Baja Indonesia Raya berusaha menjaga dan merangkul keanekaragaman adat dan budaya di seluruh Nusantara.

"Jangan sampai kita dipecah belah hanya gara-gara tentang adat dan tradisi," pungkas Wawan.