Liputan6.com, Jakarta - CEO & Founder Astro Jet, Capt. Gema Goeyardi, menegaskan bahwa peristiwa penangkapan kopilot asing yang diduga menyelundupkan narkotika melalui jalur penerbangan harus ditempatkan sebagai tindakan kriminal oknum dan tidak boleh dijadikan preseden untuk menggeneralisasi profesi pilot maupun memperlakukan seluruh awak pesawat secara diskriminatif.
"Ini adalah kasus kriminal yang serius dan wajib diusut tuntas sampai ke jaringan di belakangnya. Namun, saya ingin menegaskan: Jangan jadikan ini preseden seolah-olah profesi pilot identik dengan penyelundupan. Sebaliknya, fokus kita harus pada penguatan sistem dan kolaborasi lintas lembaga tanpa mengorbankan prinsip keselamatan penerbangan," ujar Capt. Gema.
Menurut Capt. Gema, setiap upaya penindakan harus diarahkan pada pembongkaran sindikat dan evaluasi celah pengawasan di titik keberangkatan maupun kedatangan.
Advertisement
"Kasus dengan jumlah besar dan pola berulang biasanya bukan kerja satu orang. Ini mengindikasikan adanya jaringan terorganisasi. Karena itu, pendekatan yang tepat adalah memperkuat intelijen, audit prosedur, dan integritas pemeriksaan, bukan menciptakan stigma," tegasnya.
Capt. Gema menekankan bahwa penguatan keamanan bandara dan pemeriksaan awak pesawat perlu dilakukan secara terukur dan berbasis risiko. Dalam praktik penerbangan, awak pesawat memiliki kewajiban mematuhi batas waktu kerja (duty time) yang ketat. Proses pemeriksaan yang tidak proporsional dapat memicu keterlambatan, kelelahan (fatigue), dan pada akhirnya berpotensi berdampak pada keselamatan penerbangan.
"Keselamatan penerbangan tidak boleh menjadi korban dari ego sektoral. Pengamanan narkotika itu wajib, tetapi harus dijalankan dengan pemahaman menyeluruh tentang operasi penerbangan. Solusinya adalah standardisasi prosedur, pemeriksaan acak (random check) yang tepat sasaran, dan koordinasi lintas otoritas," ujar Capt. Gema.
Ia menyampaikan apresiasi kepada aparat Indonesia atas langkah penegakan hukum, sembari mendorong investigasi lanjutan agar penanganan tidak berhenti pada kurir.
"Kami mendukung aparat untuk berani membongkar sindikat. Penindakan yang konsisten, transparan, dan menyasar aktor utama akan jauh lebih efektif dibanding menciptakan ketakutan publik terhadap profesi pilot," tambahnya.
Ia mengajak komunitas aviasi untuk tetap menjaga integritas profesi, serta mendorong semua pemangku kepentingan: otoritas bandara, maskapai, dan lembaga penegak hukum untuk memperkuat sistem pengawasan kesehatan dan keselamatan secara berkelanjutan.
"Mayoritas pilot bekerja dengan standar tinggi, disiplin, dan diawasi oleh prosedur keselamatan yang ketat. Yang harus kita jaga adalah kepercayaan publik, sekaligus memastikan langkah penindakan tidak berubah menjadi perlakuan yang melemahkan keselamatan penerbangan," tutup Capt. Gema.
Cara Pilot Asing Selundupkan 70 Ribu Pil Ekstasi Masuk Indonesia
Seorang pilot maskapai asal Malaysia berinisial MS ditangkap setelah kedapatan menyelundupkan ekstasi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak lebih dari 70 ribu pil ekstasi seberat 25,19 kilogram disembunyikan di dalam koper dinasnya.
Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan, mengatakan MS tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional pada Selasa, 28 Juli 2026, sekitar pukul 23.30 WIB usai menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Saat proses pemeriksaan di area kedatangan, petugas Bea dan Cukai mencurigai isi salah satu koper yang melintas di mesin X-ray. Koper tersebut kemudian diketahui milik MS yang saat itu masih mengenakan seragam pilot.
Petugas selanjutnya membawa MS beserta kopernya ke ruang pemeriksaan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.
"Petugas pun langsung menggiring MS dan kopernya ke ruang pemeriksaan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat diperiksa, ternyata di dalamnya ada 14 kantong berisi ribuan pil ekstasi seberat 25,1 kilogram dengan berbagai warna," ujar Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan, Jumat (31/7/2026).
Belasan kantong berisi pil ekstasi itu disembunyikan di antara pakaian ganti di dalam koper dinasnya. Tak hanya menemukan ekstasi, petugas juga mendapati satu paket sabu seberat 2,7471 gram di dalam tas tangan yang dibawa MS.
"Sabu ini dipakai sendiri. Dan dari hasil pemeriksaan tes urine kemarin, ternyata positif memakai sabu, Inex, dan ganja. Jadi pada saat terbang, itu sedang memakai," ujar Hengky.
Menurut Hengky, modus penyelundupan menggunakan pilot diduga baru pertama kali ditemukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pelaku diduga memanfaatkan statusnya sebagai kru pesawat untuk mengelabui pemeriksaan.
"Karena mungkin yang bersangkutan merasa kalau pilot mendapatkan jalur khusus. Memang ada jalur khusus buat kru dan buat pilot. Tapi pengawasan yang kami lakukan tetap sama," tegas Hengky.
Dia menegaskan, pengawasan terhadap kru pesawat, baik pilot maupun pramugari, tetap dilakukan dengan standar yang sama seperti penumpang lainnya, baik untuk maskapai asing maupun maskapai domestik.
Selain narkotika, petugas juga menyita sejumlah barang milik pelaku, di antaranya seragam pilot, telepon genggam, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan penyelidikan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315322/original/015511800_1785834344-cek_fakta_-_Bank_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311942/original/073282400_1785469127-1000086973.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312652/original/051717800_1785539925-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_06.14.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302345/original/035584600_1784541943-Screenshot_2026-07-20_at_15.42.02.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304926/original/066294900_1784777053-IMG_20260723_073945_544.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303160/original/022226800_1784620981-Polisi_ungkap_kasus_penembakan_di_bar_Canggu_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302852/original/030337200_1784609720-55406100829_d08a0c6194_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300873/original/098681800_1784413409-397732.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295768/original/030863100_1783943577-1001457559.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295686/original/099176500_1783938246-b6cb29a3-1aab-466a-a6fb-352565f146bb.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287494/original/067042700_1783230243-polisi_katingan.jpg)