Presiden Prabowo Borong 4 Sapi Jumbo Untuk Kurban Idul Adha di Sulawesi Barat

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jumbo di Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) jelang Hari Raya Iduladha.

OlehFauzan
Diterbitkan 09 Mei 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Polewali Mandar - Jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto kembali membeli sapi kurban jumbo dari Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Tahun ini, sebanyak empat ekor sapi berbobot rata-rata 1 ton dipilih untuk disalurkan ke sejumlah daerah di Sulbar.

Tradisi pembelian sapi kurban Presiden dari Polewali Mandar bahkan telah berlangsung selama 10 tahun berturut-turut sejak era Presiden Joko Widodo hingga pemerintahan Prabowo.

Bupati Polewali Mandar Samsul Mahmud mengapresiasi para peternak lokal yang kembali mampu menghadirkan sapi kurban berkualitas hingga dipilih Presiden RI.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan peternak sapi di Polewali Mandar.

"Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Polewali Mandar. Selama 10 tahun berturut-turut peternak kita dipercaya memasok sapi kurban Presiden. Pemerintah daerah tentu akan terus memberi dukungan melalui dinas peternakan dan penyuluh agar produktivitas peternak semakin meningkat," kata Samsul aat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

 

Asal Keempat Sapi

Keempat sapi tersebut seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonomulyo dan merupakan jenis sapi unggulan seperti limosin, simental, hingga berangus. Masing-masing sapi dibeli dengan harga di atas Rp 100 juta.

Sapi pertama bernama Bagong, jenis limosin berusia 3,5 tahun dengan bobot mencapai 1.150 kilogram. Sapi milik peternak Muh. Nur asal Dusun Pendukuan, Desa Sumberjo itu menjadi sapi terbesar di antara seluruh sapi kurban Presiden dari Sulawesi Barat tahun ini. Bagong rencananya akan disembelih di Kabupaten Mamuju pada Hari Raya Iduladha.

Selanjutnya, ada sapi bernama Bima jenis simental berusia lima tahun dengan bobot 1.053 kilogram. Sapi milik H. Iskandar Ngani dari Desa Sugihwaras itu direncanakan disalurkan ke Masjid Jami Tanro, Kabupaten Polewali Mandar.

Sapi ketiga bernama Blecki, jenis berangus berusia empat tahun dengan bobot 1.011 kilogram. Sapi milik Muhammad Yusuf asal Dusun Jogja Baru, Desa Bumimulyo tersebut akan dibawa ke Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.

 

Sapi Lainnya

Sementara sapi keempat bernama Arjuna, jenis simental berusia 4,5 tahun dengan bobot 960,3 kilogram. Sapi milik Andrian Henri Prayoga asal Dusun Jombang, Desa Sugihwaras itu direncanakan dikirim ke Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.

Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil mengatakan, empat sapi tersebut terpilih setelah melalui proses seleksi ketat dari total 20 peserta.

"Dari empat sapi terpilih, satu ekor dengan bobot tertinggi akan disiapkan untuk kurban tingkat provinsi. Sementara tiga lainnya akan disalurkan ke kabupaten lain yang belum memiliki sapi sesuai standar minimal 800 kilogram," ucap Jumadil.

Ia menyebut keberhasilan Polewali Mandar mempertahankan tradisi sebagai pemasok sapi kurban Presiden tidak lepas dari pembinaan peternak dan peran inseminator di lapangan.

"Ini hasil kerja panjang. Para inseminator kita menjadi ujung tombak lahirnya sapi-sapi berkualitas yang mampu bersaing hingga tingkat nasional," jelas Jumadil.