Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Ini Daftar Perjalanan KA Parahyangan yang Terdampak

Data terkini, 14 orang meninggal dan 84 luka-luka akibat kecelakaan kereta.

Diterbitkan 28 April 2026, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa perjalanan Kereta Api (KA) Parahyangan ikut terdampak setelah KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line terlibat kecelakaan. Peristiwa itu terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (28/4/2026).

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, meminta maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak atas gangguan perjalanan tersebut. KAI Daop 2 Bandung menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut serta berharap seluruh pihak yang terdampak diberikan kekuatan dan penanganan terbaik.

"Saat ini, KAI bersama seluruh unsur terkait, kata dia, tengah melakukan langkah-langkah penanganan guna memulihkan kondisi operasional perjalanan kereta api secepat mungkin dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan," katanya, Selasa (28/4/2026).

 

Daftar Perjalanan KA Parahyangan

Berikut daftar perjalanan KA Parahyangan yang terdampak akibat kecelakaan kereta tersebut:

- Pada Senin (27/5) perjalanan KA Parahyangan (139) relasi Bandung-Gambir, yang sempat tertahan di Stasiun Karawang akibat dari insiden operasional di Bekasi Timur, terpaksa dibatalkan sebagian untuk lintas Karawang-Gambir.

- KA Parahyangan (140) dengan relasi Gambir-Bandung yang seharusnya berangkat Senin (27/5) pukul 23.05 WIB dari Stasiun Gambir juga mengalami pembatalan perjalanan sebagian lintas Gambir-Karawang menyesuaikan perkembangan kondisi operasional di lapangan.

- Pada Selasa (28/5), perjalanan KA (137) relasi Bandung-Gambir dan KA Parahyangan (138) relasi Gambir-Bandung juga dibatalkan perjalanannya.

“KAI Daop 2 Bandung menyampaikan turut berduka cita atas insiden operasional yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Kami juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terdampak, termasuk juga pelanggan KA Parahyangan yang ikut mengalami gangguan perjalanan akibat kejadian ini. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan Daop 1 Jakarta untuk memastikan penanganan pelanggan berjalan optimal," kata Kuswardojo.