Kereta Api Tabrak Ojol di Medan, Pengemudi Tewas Terpental, Penumpang Selamat Usai Melompat

Pengemudi ojol berpenumpang yang tidak memperhatikan rambu-rambu di jalur perlintasan tertabrak kereta api hingga terpental jauh dan meninggal dunia.

Diterbitkan 21 April 2026, 09:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Medan - Kabar duka menyelimuti Kota Medan pada Senin (20/4/2026). Seorang driver ojek online (ojol) bernama Rajali, warga Medan Perjuangan, meregang nyawa setelah sepeda motornya dihantam Kereta Api Sri Lelawangsa di perlintasan jalur Medan-Bandar Kalipah.

Kejadian ini menyisakan kisah dramatis bagi sang penumpang, Adelia Ofira Pakpahan, yang berhasil lolos dari maut setelah melompat dari kendaraan sesaat sebelum tabrakan terjadi.

Kecelakaan bermula saat Rajali tengah membawa penumpang melaju dari arah Jalan Rajawali menuju Jalan Padang. Saat menyeberangi perlintasan rel, pengemudi diduga kurang memperhatikan posisi kereta yang sudah dekat.

Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, menjelaskan bahwa benturan keras tersebut membuat korban terpental hingga masuk ke dalam area kandang ternak babi milik warga sekitar. Akibat luka parah yang dialami, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

"Driver ojek online meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara penumpangnya selamat karena sempat melompat dari atas sepeda motor sebelum kecelakaan terjadi," ujar AKBP Sri Lestari Widodo.

Manager Komunikasi PT Railink (KAI Bandara), Ayep Hanapi, mengonfirmasi bahwa insiden ini melibatkan KA U12 Sri Lelawangsa relasi Medan-Kualanamu. Kecelakaan yang terjadi di Km 06+600 tersebut sempat menghambat operasional kereta api selama kurang lebih 4 menit untuk proses evakuasi kendaraan dan pemeriksaan jalur.

Pihak KAI Bandara kembali mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada dan menaati peraturan lalu lintas, terutama saat melintasi pintu perlintasan kereta api guna menghindari kejadian serupa.

Jenazah Rajali telah diserahkan kepada pihak keluarga di kediamannya di Jalan Sidorame Barat II. Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menolak dilakukan autopsi, yang diperkuat dengan surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Masyarakat diingatkan untuk selalu berhenti sejenak dan memastikan jalur aman sebelum melintasi rel kereta api. Keselamatan adalah prioritas utama.