Waspada Oli Palsu, Begini Cara Cek Keaslian Produk Lewat Kamera HP

Marak oli palsu di Cengkareng, QTRUST hadirkan SeQure berbasis kode QR anti-salin untuk bantu konsumen verifikasi keaslian pelumas dengan mudah.

Diterbitkan 07 September 2026, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peredaran pelumas palsu masih marak di pasaran. Terbongkarnya pabrik oli tiruan berbahan oli bekas di Cengkareng, Jakarta Barat, pada awal September 2026 menjadi pengingat bahwa produk tiruan beredar sangat dekat dengan konsumen sehari-hari.

Kemasan yang dibuat sangat mirip dengan produk asli membuat pembeli hampir tidak mungkin membedakannya dengan mata telanjang.

Menjawab persoalan tersebut, QTRUST mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan SeQure, sebuah sistem autentikasi produk berbasis kode QR berpaten. Melalui teknologi ini, konsumen dapat memastikan keaslian pelumas maupun produk lainnya cukup dengan memindai kode menggunakan kamera ponsel, tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.

Besarnya ancaman produk palsu juga tercermin dalam Studi Dampak Pemalsuan terhadap Perekonomian Indonesia yang dilakukan oleh Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) bersama Institute for Economic Analysis of Law & Policy Universitas Pelita Harapan.

Studi tersebut mencatat bahwa kerugian ekonomi akibat peredaran barang palsu mencapai Rp 291 triliun serta berdampak pada hilangnya lebih dari dua juta kesempatan kerja. Pelumas dan suku cadang otomotif menjadi salah satu sektor yang paling terdampak, di samping produk kosmetik, farmasi, serta makanan dan minuman.

"Pemalsuan hari ini bukan lagi soal kemasan yang jelek dan mudah dikenali. Pemalsu meniru kemasan sampai ke detail terkecil, dan yang menanggung akibatnya adalah konsumen: mesin rusak, garansi ditolak, bahkan risiko kesehatan. Kami ingin konsumen punya cara yang sederhana dan pasti untuk membuktikan keaslian sebelum membeli, cukup scan, tanpa perlu menjadi ahli," ujar Mario, CEO QTRUST, dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Satu Kode untuk Satu Produk

Sistem SeQure bekerja menggunakan kode QR unik yang hanya berlaku untuk satu unit produk. Berbeda dari kode QR biasa yang mudah disalin, kode ini dilindungi lapisan keamanan anti-salin berpaten bernama QR Copyproof (paten IDS000004556), sehingga hasil fotokopi atau cetak ulang akan langsung terdeteksi sebagai salinan saat diverifikasi.

Saat dipindai, sistem akan menampilkan status produk dalam hitungan detik—mulai dari status "asli dan belum pernah dipindai", "asli tetapi sudah pernah dipindai sebelumnya", hingga "kode tidak dikenali".

Selain itu, setiap aktivitas pemindaian tercatat berdasarkan waktu dan lokasi. Hal ini memungkinkan produsen mendeteksi pola mencurigakan, seperti munculnya kode yang sama di dua kota berbeda dalam waktu bersamaan atau adanya lonjakan pemindaian di luar wilayah distribusi resmi.

Sudah Dipakai di Jaringan Astra Honda Motor

Teknologi SeQure saat ini telah diterapkan pada produk pelumas dan suku cadang otomotif di ekosistem Astra Honda Motor (AHM). Sistem yang sama juga digunakan oleh Astra Motor, Astra Daihatsu, dan MPM sebagai bagian dari proses layanan di dealer maupun bengkel resmi untuk menyaring produk palsu sebelum dipasang ke kendaraan pelanggan.

“Otomotif adalah sektor yang paling terasa dampaknya karena oli dan suku cadang palsu langsung berhubungan dengan keselamatan di jalan. Kami mulai dari sana, dan kini teknologi yang sama siap dipakai oleh merek di sektor lain yang menghadapi masalah serupa — dari kosmetik, suplemen, hingga produk konsumen sehari-hari,” lanjut Mario.

Tiga Langkah Memastikan Produk Asli

QTRUST menyarankan konsumen melakukan tiga langkah sederhana sebelum membeli produk. Pertama, cari kode QR keamanan pada label atau segel kemasan. Kedua, pindai menggunakan kamera ponsel tanpa aplikasi tambahan dan pastikan alamat verifikasi mengarah ke domain resmi produsen atau QTRUST/SeQure.

Ketiga, periksa hasil verifikasi dan hindari membeli produk jika kode tidak dikenali atau tercatat dipindai berulang kali di berbagai lokasi.

Selain itu, QTRUST juga mengingatkan bahwa pelaku pemalsuan kini mulai meniru tampilan halaman verifikasi, dengan domain yang menyerupai situs resmi. Oleh itu, konsumen diminta selalu mencermati alamat situs yang terbuka setelah proses pemindaian untuk memastikan verifikasi dilakukan melalui kanal resmi.