Pramono Segera Putuskan Tarif Baru Masuk Ragunan

Gubernur Jakarta Pramono Anung memberi sinyal bakaln ada penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan.

Diterbitkan 07 September 2026, 20:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI Jakarta akan segera putuskan kenaikan tarif masuk Ragunan.
  • Usulan kenaikan tarif Ragunan menjadi Rp10.000 sedang dibahas.
  • Kenaikan tarif bertujuan tingkatkan fasilitas dan kurangi subsidi operasional.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keputusan mengenai tarif tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) yang baru masih dalam proses pembahasan. Dia memastikan penetapan tarif baru akan segera dilakukan.

"Jadi tiket Ragunan segera akan saya putuskan, memang belum diputuskan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, hingga kini memang ada usulan kenaikan tarif masuk Ragunan dari Rp 3.000-4.000 menjadi Rp 10.000. Namun, belum ditetapkan secara resmi.

"Tetapi usulan Rp 10.000 itu ada, bahwasanya segera akan diputuskan," ujar Pramono.

Sebelumnya, Komisi C DPRD DKI Jakarta dan pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) sepakat melakukan penyesuaian tarif masuk. Tarif yang saat ini sebesar Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak direncanakan naik menjadi Rp 10 ribu.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan rencana kenaikan tarif tersebut dilakukan untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan di TMR. Menurut dia, tarif yang berlaku saat ini sudah tidak relevan dengan kondisi pendapatan masyarakat Jakarta.

"Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat," ujar Dimaz dalam keterangannya, dikutip Minggu (6/9/2026).

Dimaz melanjutkan angka Rp 10 ribu masih dalam tahap kajian. Menurutnya, tarif tersebut masih rasional jika dibandingkan dengan harga tiket sejumlah destinasi wisata lain di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

"Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka," tutur dia.

Sementara itu, Kepala TMR Endah Rumiyanti mengungkapkan total kebutuhan anggaran operasional TMR mencapai sekitar Rp 160 miliar per tahun. Sedangkan pendapatan mandiri yang dikumpulkan pengelola baru sekitar Rp 30 miliar per tahun.

"Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp30 miliar per tahun. Artinya, tingkat subsidi dari pemerintah daerah masih berada di kisaran 70 persen," ucap Endah.

Oleh sebab itu, Endah menyambut baik wacana penyesuaian tarif. Dia berujar bahwa kebijakan tersebut bukan bentuk komersialisasi kawasan, melainkan upaya reorientasi pelayanan publik agar pengelolaan Ragunan dapat berkembang sesuai masterplan yang telah disusun.

Menurut Endah, pengembangan tersebut diarahkan untuk menghadirkan kawasan yang memenuhi fungsi rekreasi sekaligus konservasi dan edukasi.

"Goal utamanya adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif," tandas Endah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6