Ayah dan Anak Tewas Terseret Arus di Pantai Ujunggenteng Ditemukan, Satu Masih Pencarian

Peristiwa tragis menimpa wisatawan di perairan Pantai Wisata Alor Ujunggenteng pada Senin, 23 Maret 2026 siang.

Diterbitkan 24 Maret 2026, 07:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa tragis menimpa wisatawan di perairan Pantai Wisata Alor Ujunggenteng, Tenda Biru, Desa Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (23/3/2026) siang. Dua orang dilaporkan terseret arus dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu orang lainnya yang mencoba menolong masih dalam pencarian intensif oleh tim gabungan.

Kejadian bermula saat seorang anak bernama Aden (8) bermain air di pinggiran pantai hingga terseret arus ombak. Melihat kejadian tersebut, ayahnya, Ujang Abduloh (30), bersama seorang pemancing bernama Ace (26), berusaha melakukan penyelamatan.

Namun nahas, ketiganya justru ikut terseret ombak dan tenggelam.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Jakarta, Akhmad Rizkiansah, menyampaikan langkah penanganan atas musibah tersebut.

"Personel Rescue Pos SAR Sukabumi akan kita kerahkan pada Selasa (24/3) dini hari nanti dengan peralatan SAR menuju lokasi kejadian, karena pencarian malam yang kurang efektif," tegas Akhmad Rizkiansah, Senin (23/3/2026) malam.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pesisir selatan Jawa Barat.

"Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, mengingat kondisi cuaca di perairan selatan Sukabumi yang dapat berubah secara cepat," tambahnya.

Di lokasi kejadian, Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, mengonfirmasi perkembangan terbaru terkait para korban.

"Dua korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, yaitu Aden dan ayahnya, Ujang Abduloh. Saat ini kami terus berupaya mencari satu korban lagi yang hingga kini belum ditemukan," jelas Suryo.

 

Tim SAR Sisir Area Kejadian

Ia juga menjelaskan proses pencarian yang tengah dilakukan oleh tim SAR gabungan.

"Saat ini kami fokus pada koordinasi unsur SAR gabungan untuk menyisir area sekitar titik kejadian. Seluruh personel tetap bersiaga untuk memaksimalkan pencarian korban ketiga atas nama Ace," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban meninggal dunia adalah Aden, pelajar berusia 8 tahun, dan ayahnya Ujang Abduloh, wiraswasta berusia 30 tahun. Keduanya merupakan warga Kampung Cikiray, Desa Sukamana, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, korban ketiga yang masih dalam pencarian adalah Ace (26), seorang santri yang beralamat di Kampung Panyaguan Cikoneng, RT 04/14, Desa Kalibunder, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi.

Tim gabungan hingga kini masih terus melakukan pencarian dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.