Dukung Penguatan Infrastruktur Pendidikan Nasional, Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulut dan Kalsel Dikebut

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan infrastruktur pendidikan nasional, pembangunan Sekolah Rakyat disejumlah daerah di Sulut dan Kalsel dipercepat.

Diterbitkan 05 Mei 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banjarbaru - Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan infrastruktur pendidikan nasional, PT Brantas Abipraya (Persero) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Proyek ini ditargetkan rampung tepat waktu agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru 2026.

Sebagai BUMN konstruksi, Brantas Abipraya memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar mutu, ketepatan waktu, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

"Percepatan pekerjaan saat ini dilakukan di sejumlah lokasi, termasuk di Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut) dan dua Kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) yaitu Banjarbaru, serta Barito Kuala yang telah menunjukkan progres signifikan," ujar Komisaris Independen Brantas Abipraya Isra D. Pramulya, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, hingga awal Mei 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Minahasa mencapai 37,51 persen. Capaian tersebut mencakup pekerjaan struktur utama, baja struktur, baja ringan, serta pekerjaan kawasan.

"Realisasi terhadap kurva rencana (S-Curve) juga menunjukkan deviasi positif sebesar 2,36 persen, yang menandakan pelaksanaan proyek lebih cepat dari target," ucap Isra.

Sedangkan, lanjut dia, untuk progress pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Barito Kuala dan Banjarbaru, Kalimantan Selatan telah mencapai 52,49 persen. Sama halnya dengan di Minahasa, pembangunan proyek ini juga menunjukkan devisiasi positif.

 

Tetap Imbangi dengan Pengendalian Kualitas

Isra menegaskan percepatan pembangunan tetap diimbangi dengan pengendalian kualitas.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini kami pastikan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi standar kualitas terbaik serta mengedepankan aspek keselamatan kerja," ucap Isra yang ditemui dalam kunjungannya ke lokasi proyek Sekolah Rakyat di Kalimantan.

Dia menjabarkan, di tengah progres tersebut, proyek juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain tingginya curah hujan yang memengaruhi aktivitas konstruksi serta kelangkaan solar (BBM) yang berdampak pada distribusi material alam seperti pasir, baik untuk pekerjaan di lapangan maupun suplai ke batching plant.

"Menanggapi tantangan tersebut, Brantas Abipraya menerapkan berbagai langkah strategis guna menjaga target penyelesaian proyek pada 20 Juni 2026," kata Isra.

Menurut dia, perusahaan menambah dua unit mobile crane sehingga total menjadi empat unit, serta mengubah metode pengecoran pelat dari sistem konvensional menjadi metal deck untuk meningkatkan efisiensi waktu. Optimalisasi pekerjaan juga dilakukan melalui penerapan tiga shift kerja.

Selain itu, lanjut Isra, percepatan dilakukan melalui penggunaan material fasad GRC super panel menggantikan plester aci, serta perubahan struktur gedung SMA dari beton bertulang menjadi baja profil.

"Di SR Barito Kuala dan Banjarbaru, percepatan pembangunan dilakukan dengan mengganti bekisting konvensional ke bondex, dan pembesian plat lantai dari besi konvensional menjadi wiremesh," ucap dia.

"Jumlah tenaga kerja juga ditingkatkan demi percepatan pembangunan hingga 600 orang, termasuk melalui mobilisasi menggunakan pesawat carter," sambung Isra.

 

Peningkatan Kualitas SDM

Isra menjabarkan, dari sisi logistik, perusahaan mempercepat pengadaan material seperti keramik, MEP, dan furnitur dengan memaksimalkan sewa gudang.

"Pengiriman material juga dialihkan menggunakan pesawat Hercules dan kargo udara untuk memastikan kelancaran suplai di tengah keterbatasan distribusi konvensional," terang dia.

Isra menambahkan, langkah-langkah percepatan tersebut tetap mengedepankan kualitas hasil pembangunan.

"Percepatan yang dilakukan tidak mengorbankan mutu. Ini menjadi upaya kami untuk memastikan proyek dapat selesai lebih cepat dengan tetap memenuhi standar terbaik," kata dia.

Isra menyebut, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penyediaan akses pendidikan yang layak dan merata.

"Sekolah ini dirancang dengan konsep asrama terpadu yang dilengkapi fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga," ucap dia.

Isra menjelaskan, dengan pengalaman panjang di sektor konstruksi, Brantas Abipraya optimistis proyek ini akan memberikan dampak positif berkelanjutan.

"Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda di berbagai daerah," kata dia.

"Ke depan, Brantas Abipraya akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, khususnya sektor pendidikan. Melalui proyek ini, kami berkomitmen turut membangun fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul," tutup Isra.