Longsor di Bukit Kedaluh Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Akses Terganggu

Longsor di tebing ruas jalan Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada Rabu pagi (25/2/2026).

Diterbitkan 25 Februari 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Longsor terjadi di tebing ruas jalan Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada Rabu pagi (25/2/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun menyebabkan akses jalan utama menuju Puncak Penanjakan tertutup sementara.

Pranata Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Endryp Wahyutama mengatakan longsor di tebing di ruas jalan Bukit Kedaluh yang longsor diperkirakan selebar 15x10 meter. Mengakibatkan 7 motor pelaku jasa wisata tertimbun material longsor.

"Tidak ada korban jiwa, tapi masih ada dua sepeda motor yang belum bisa dievakuasi," kata Endryp.

Dia menjelaskan, longsoran terjadi di sebagian ruas jalan. Karena lokasi longsor di view point Bukit Kedaluh, pengunjung dari arah Penanjakan bisa melintas turun menuju laut pasir secara bergantian di jalur yang tidak terkena dampak longsor.

"Sedangkan yang di daerah view point Lemah Pasar atau Bukit Cinta tidak terkena dampak lalu lintasnya," ucap Endryp.

Dikatakannya, petugas BB TNBTS Resort Wilayah Penanjakan sudah berada di lokasi longsor. Pelaku jasa wisata dan masyarakat sekitar juga membantu penanganan pasca bencana. Material longsor yang menutup akses jalan berupa pohon besar yang tumbang dan tanah.

 

Upaya Penanganan Bencana Masih Terhambat

Sampai siang tadi, upaya penanganan bencana juga masih terhambat karena keterbatasan peralatan. Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur masih dalam perjalanan menuju lokasi longsor untuk membantu percepatan penanganan.

Longsor di ruas jalan sekitar Bukit Kedaluh atau Bukit Kingkong ini sendiri dipicu hujan intensitas tinggi yang rutin mengguyur kawasan TNBTS. Karena itu masyarakat sekitar maupun wisatawan diimbau selalu waspada selama cuaca ekstrem sebab tebing bukit rawan longsor.

BB TNBTS mencatat angka kunjungan wisatawan selama Ramadhan ini cenderung landai. Selama 19-24 Februari tercatat ada 5.066 wisatawan terdiri dari 4.624 wisatawan nusantara dan 442 wisatawan mancanegara.

"Kalau pertengahan Ramadhan ini kunjungan wisatawan cenderung landai," jelas Endryp.