Gunung Semeru Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter dan Alami 87 Kali Gempa Letusan

Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa malam (17/2/2026), pukul 23.44 WIB.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 00:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru di Lumajang Jatim kembali erupsi pada Selasa malam (17/2/2026), pukul 23.44 WIB. Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan Gunung Semeru kali ini mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara dan selatan. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 148 detik.

Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengimbau masyarakat dan wisatawan yang ada sekiter Gunung Semeru untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Warga juga diimbau untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sepanjang 2026, Gunung Semeru tercatat sudah meletus sebanyak 340 kali. Hingga hari ini, Rabu dini hari (18/2/2026), pukul 00.24 WIB, Gunung Semeru masih berstatus Siaga (Level III).

Aktivitas Gunung Semeru

Berdasarkan data PVMBG, menurut hasil pemantauan sepanjang Selasa (17/2/2026), periode pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Semeru tercatat mengalami sebanyak 87 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 60-150 detik, lalu 8 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-6 mm, dan lama gempa 33-69 detik, serta 3 kali Harmonik dengan amplitudo 4-7 mm, dan lama gempa 74-237 detik.

Dalam periode pengamatan itu juga, Gunung Semeru mengalami 2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 7-13 mm, S-P 1.5-2.28 detik dan lama gempa 15-19 detik, serta 5 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6-40 mm, S-P 13-24 detik dan lama gempa 41-73 detik, lalu 2 kali gempa Getaran Banjir dengan amplitudo 15-30 mm, dan lama gempa 1541-7083 detik.