Kejanggalan Kasus Pria Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik di Bandar Lampung: Kartu SIM Ponselnya Hilang

Ada kejanggalan pada kasus pria yang tewas dengan kepala terbungkus plastik di Bandar Lampung, meski ponsel masih berada di lokasi namun SIM card-nya hilang.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 05:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung - Polisi masih menyelidiki kematian Hindradjaja (62), warga Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, yang ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban di kamar penginapan Trijo, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Kedaton, Bandar Lampung.

Dalam penyelidikan terbaru, polisi menemukan kejanggalan pada barang milik korban. Meski ponsel dan dompet korban ditemukan di lokasi, kartu SIM ponsel tersebut tidak berada di dalam perangkat.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, pihaknya masih mendalami temuan tersebut bersama tim Inafis.

"Untuk barang bukti milik korban masih kami amankan. Ada handphone, kemudian dompet berisi uang. Untuk informasi soal kartu SIM, itu masih kami dalami prosesnya," kata Gigih, Senin (9/2/2026).

Polisi juga masih menelusuri tujuan kedatangan korban ke Bandar Lampung. Berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat berkomunikasi terakhir melalui grup WhatsApp keluarga sebelum ditemukan meninggal.

"Kedatangan korban ke Bandar Lampung untuk kepentingan apa masih kami dalami. Karena ada beberapa hal yang harus kami telusuri untuk membuka rangkaian peristiwa ini," bebernya.

Dari hasil rekaman CCTV, korban diketahui hanya berinteraksi dengan pengelola penginapan dan seorang pria yang mengantarkannya ke lokasi. Sosok pria tersebut kini masih dalam pencarian polisi.

"Yang mengantar korban itu laki-laki dan masih dalam tahap pencarian," jelas Gigih.

 

Awal Mula Kecurigaan

Sementara itu, saksi mata di lokasi kejadian, Agustiono mengatakan, kecurigaan bermula saat pengelola penginapan memanggil warga karena korban tak kunjung merespons panggilan dari dalam kamar sejak Jumat sore. Padahal, korban diketahui baru menyewa kamar sejak Kamis siang.

Warga kemudian mencoba mengintip melalui ventilasi udara kamar. Dari situ terlihat korban sudah tergeletak di atas kasur dengan kondisi kepala terbungkus plastik dan terlilit lakban.

"Kami lihat dari ventilasi, korban sudah tiduran. Kepalanya ditutup plastik dan dilakban," kata Agustiono.

Warga bersama Ketua RT kemudian mencoba membuka kamar secara paksa. Namun saat dicongkel, diketahui pintu kamar sebenarnya tidak terkunci dari dalam. Jendela kamar juga hanya tertutup tanpa dikunci.

"Pintu itu ternyata tidak dikunci dari dalam. Hanya digrendel (pengunci pintu yang dibuat dari logam). Jendelanya juga cuma ditutup saja, tidak dikunci. Kami baru bisa buka pintunya dari jendela, itu pakai tangan," tuturnya.

Jenazah korban sempat dievakuasi ke RSUD Abdul Moeloek untuk diautopsi. Setelah proses autopsi selesai, jenazah dibawa pihak keluarga dan telah dikremasi di wilayah Kabupaten Pesawaran, Minggu sore.

Polisi kini terus mengumpulkan keterangan saksi, rekaman CCTV, serta barang bukti lain guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Â