Liputan6.com, Jakarta - Seorang bocah di Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR mencurahkan isi hatinya kepada sang ibu, MGT. Hari itu, Rabu 28 Januari 2026, dia minta dibelikan pena dan buku untuk keperluan sekolah. Pertemuan dan permintaan malam itu ternyata yang terakhir terlontar dari anak usia 10 tahun itu.Â
Siswa di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tak bernyawa, Kamis 29 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Dia gantung diri di sebuah pohon cengkeh tak jauh dari rumah neneknya. Selama ini YBR tinggal dan diasuh oleh sang nenek.Â
Liputan6.com merangkum hari-hari terakhir YBR. YBR berasal dari keluarga tidak sejahtera. Di hari-hari terakhirnya, YBR kerap meminta ibunya untuk mencairkan uang dari Program Indonesia Pintar (PIP) guna kebutuhan sekolahnya. YBR beberapa kali menanyakan kepada ibunya tentang pencairan dana PIP.Â
Advertisement
"Dia bertanya kapan PIP beasiswanya diurus dan mamanya bilang tunggu nanti pencairan ke BRI di kabupaten," kata Bupati Ngada, Raymundus Bena, Kamis (5/2/2026).Â
Dana itu tak pernah dicairkan. Hanya gara-gara administrasi, KTP ibunya masih tercatat berasal dari Kabupaten Nagekeo, bukan Kabupaten Ngada sesuai dengan domisili barunya. Sang ibu menceritakan ke YBR. Sang ibu harus mengurus kepindahan KTP agar bisa mencairkan PIP untuk YBR.Â
Beberapa hari kemudian, YBR terus menanyakan mengenai uang itu. Lagi-lagi, jawaban yang diterimanya belum menggembirakan. Sang ibu belum mengurus kepindahan KTP sehingga dana untuk kebutuhan sekolah belum bisa dicairkan.
“Ditanya lagi anaknya dan dijawab sama lagi kalau akan diurus. Sampai terakhir belum sempat urus," jelas Bupati Ngada.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)
Malam Terakhir Bersama Sang Ibu
Malam sebelum kejadian, Rabu, 28 Januari 2026. YBS menginap di rumah ibunya. Malam itu, YBS menyampaikan permintaan sederhana. Dia minta uang Rp 10.000. Bukan untuk jajan. Melainkan untuk membeli buku dan pena.
Namun, kondisi keuangan keluarga memaksa sang ibu memberi jawaban yang mengecewakan YBR. Ibunya tak punya uang. Sang ibu memberi penjelasan, kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan, sehingga belum bisa membelikan buku dan pulpen untuk YBR. Seperti diceritakan Kepala Desa Naruwolo, Dion Roa.Â
"Menurut pengakuan ibunya permintaan itu korban minta (uang beli buku tulis dan pulpen) sebelum meninggal," ungkap Dion Roa, Selasa (3/2/2026).
YBS dan ibunya hidup dalam jerat kemiskinan. Sang ibu harus menanggung kebutuhan lima orang anak. Sementara ayah YBS, sudah tak lagi bersama mereka sejak 10 tahun lalu.Â
Keesokan harinya, Kamis 29 Januari 2026 pagi, sang ibu memintanya ke sekolah. Namun, dia menyampaikan kondisinya sedang sakit. Sang ibu tetap meminta YBR ke sekolah. Dia diantar ke rumah sang nenek.
Sesampainya di rumah sang nenek, YBR tidak melanjutkan ke sekolah. Dia ke kebun tak jauh dari rumah sang nenek. Ada beberapa warga yang sempat melihatnya. Mereka menanyakan alasan YBR tak ke sekolah hari itu. YBR menjawab sedang sakit kepala.
Tak lama, YBR ditemukan tak bernyawa. Dia tergantung di pohon cengkeh. YBR pergi dengan meninggalkan secarik surat yang isinya menyayat hati.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491545/original/056954800_1770099023-1001588980.jpg)
Advertisement
Isi Surat untuk Ibu
Begini bunyi surat korban dalam bahasa Ngada:
KERTAS TII MAMA RETI
MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA
MAMA JAO GALO MATAMAE WOE RITA NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA
yang artinya :
SURAT BUAT MAMA RETI
MAMA SAYA PERGI DULUMAMA RELAKAN SAYA PERGI (MENINGGAL) JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI (MENINGGAL) TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA
SELAMAT TINGGAL MAMA
Di akhir tulisan tangan ini ada gambar dengan emoji menangis.
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264115/original/018567300_1782092996-Tugas__39_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258254/original/075445200_1781330306-Tugas__34_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263843/original/065734300_1782021578-Tugas__38_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370367/original/028709700_1759546468-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-10-04T093301.745.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493819/original/096050800_1770267702-1001596582.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884474/original/ACg8ocIVTLofSOnSx3v8CnmrqYqrSv2NM36rW_r4-0PmsiRM22XJWEms%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257116/original/079220400_1781213800-000_B6TP7D2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264068/original/012778200_1782078495-000_B7TT4GU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264045/original/061909400_1782061462-063_2282633998.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264088/original/090012000_1782087024-000_B7TY6Z7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264089/original/060388300_1782087027-000_B7TZ2WM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264097/original/098152700_1782090739-AP26172582885325.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260275/original/078184800_1781584802-Hamza_Abdelkarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491668/original/073507100_1770103629-1001588945.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493831/original/036137700_1770268087-1001596582.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491545/original/056954800_1770099023-1001588980.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494508/original/038466600_1770293379-1001600195.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/5494275/original/000063500_1770282822-prabowo-soroti-bocah-sd-di-ntt-gantung-diri-tak-mampu-beli-buku-066e77.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5494195/original/089284100_1770280659-1001599323.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493525/original/035547700_1770256845-1001597700.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5383964/original/082146600_1760706112-Mensesneg_Prasetyo_Hadi.jpg)