Banjir Landa 3 Kecamatan di Way Kanan Lampung, 13 Hektare Lahan Pertanian Tergenang

Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Way Kanan usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (31/1) sore hingga Minggu (1/2) pagi.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 17:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Way Kanan sejak Sabtu (31/1) sore hingga Minggu (1/2) pagi, menyebabkan banjir di tiga kecamatan. Wilayah terdampak yakni Kecamatan Banjit, Baradatu, dan Negeri Agung.

Luapan Sungai Neki akibat tingginya curah hujan merendam sedikitnya 13 hektare lahan pertanian milik warga yang berada di sepanjang aliran sungai tersebut.

Kapolres Way Kanan, AKP Didik Kurnianto, membenarkan peristiwa banjir tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian bersama instansi terkait telah melakukan monitoring dan pengecekan debit air sejak Minggu pagi.

“Sejak pagi personel sudah melakukan pengecekan debit air di sejumlah titik. Warga juga telah diimbau untuk waspada. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Didik, Minggu (1/2/2026).

Di Kecamatan Banjit, luapan Sungai Neki terjadi di Kampung Bali Sadhar Utara dan menggenangi sekitar 4 hektare lahan pertanian warga.

"Selain itu, sebuah pohon tumbang sempat menutup badan jalan dan jembatan penghubung antarkecamatan. Namun, material pohon sudah dibersihkan dan arus lalu lintas kembali lancar," ungkapnya.

Sementara di Kecamatan Baradatu, dijelaskan kapolres, luapan sungai terjadi di dua titik, yakni Dusun Bukit Jambi dan Kampung Gedung Pakuon.

Di Dusun Bukit Jambi, banjir menggenangi sekitar 6 hektare lahan pertanian, sedangkan di Kampung Gedung Pakuon sekitar 3 hektare lahan terdampak.

“Debit air di Baradatu sudah mulai surut sekitar pukul 12.00 WIB,” ujarnya.

 

Imbau Masyarakat Waspada

Adapun di Kecamatan Negeri Agung, banjir menyebabkan akses jalan menuju Kecamatan Pakuan Ratu dan Negara Batin sempat terdampak genangan. Namun, kondisi air kini berangsur surut.

Didik menambahkan, pendataan terhadap dampak banjir telah dilakukan sejak pagi hari sehingga penanganan pasca surut genangan air dapat dilakukan lebih cepat, termasuk pembersihan pohon tumbang dan sumbatan aliran air akibat material kayu.

Dia mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran Sungai Neki dan wilayah rawan banjir di Kecamatan Banjit, Baradatu, dan Negeri Agung agar tetap waspada terhadap potensi luapan air susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

"Kami meminta warga agar tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai saat debit air meningkat, segera melapor kepada aparat setempat jika melihat tanda-tanda kenaikan air, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai agar aliran air tidak tersumbat,” tandasnya.