7 Hari Hilang di Laut, 2 Nelayan Asal Sikka Ditemukan Terdampar di Alor

Dua nelayan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat dilaporkan hilang tujuh hari ditemukan selamat.

Diterbitkan 01 Februari 2026, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dua nelayan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat dilaporkan hilang sejak Sabtu (25/1) atau tujuh hari lalu, akhirnya berhasil ditemukan, Sabtu (31/1).

Keduanya masing-masing Anwar Mahmud (35) dan Norisius Sapa (31). Mereka hilang saat mencari ikan di perairan Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, NTT.

Kepala SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan pada Sabtu, 31 Januari 2026 pukul 16.30 Wita, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Kepala Desa Pureman, Kabupaten Alor, yang menyampaikan bahwa dua nelayan yang dilaporkan hilang ditemukan terdampar bersama perahunya di perairan Desa Pureman, Alor Selatan, dalam kondisi selamat.

Kedua korban dievakuasi oleh masyarakat setempat dan selanjutnya dilakukan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Alor dan Pemerintah Kabupaten Sikka untuk proses pemulangan korban ke Desa Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

"Keduanya ditemukan selamat terdampar di Alor," ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Dari pengakuan kedua nelayan, selama terombang-ambing di tengah laut, mereka hanya bertahan hidup dengan air minum.

"Tak ada stok makanan, yang tersisa hanya air," katanya.

 

Perahu Rusak

Peristiwa ini bermula pada Sabtu, 25 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 Wita, ketika dua nelayan, Anwar Mahmud dan Norisius Sapa, berangkat melaut.

Keduanya menggunakan sebuah perahu nelayan bermesin 35 PK menuju rumpon dengan jarak kurang lebih 5 mil dari bibir pantai.

Pada pukul 18.30 Wita, korban sempat menghubungi keluarga dan menginformasikan bahwa baling-baling perahu terlepas. Upaya pencarian awal oleh keluarga tidak membuahkan hasil, sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Maumere.

Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan operasi SAR dengan lokasi pencarian di perairan Paga pada koordinat 08°51'4.73"S – 122°03'46.8"E, berjarak sekitar 46 kilometer dari Kansar Maumere.

Metode pencarian dilakukan dengan penyisiran di permukaan laut serta koordinasi intensif dengan kapal-kapal nelayan yang melintas dan sejumlah Satuan Radio Pantai (SROP) di wilayah NTT.

 

Operasi SAR Ditutup

Selama pelaksanaan operasi, unsur SAR yang terlibat antara lain Kansar Maumere, Polsek Paga, Ditpolairud Polda NTT, Brimob, TNI AL, Kodim 1603 Sikka, BPBD Sikka, serta keluarga dan masyarakat setempat.

"Faktor penghambat utama dalam operasi ini adalah kondisi angin yang cukup kencang di sekitar lokasi kejadian, dengan kecepatan angin berkisar 10–20 knot dan tinggi gelombang antara 0,75 hingga 1,6 meter," jelas Fathur.

Dengan ditemukannya kedua korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR secara resmi ditutup dan seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.

"Atas nama Basarnas, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan operasi SAR ini," tutupnya.