Bagian Tubuh dan Barang Pribadi Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 Diserahkan ke DVI RS Bhayangkara

Penyerahan dilakukan setelah temuan diamankan dan didata sesuai prosedur.

OlehFauzan
Diterbitkan 22 Januari 2026, 08:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar- Tim SAR gabungan mengevakuasi bagian tubuh (body part) serta sejumlah barang pribadi yang diduga milik korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 pada Rabu (21/1/2026). Seluruh temuan tersebut langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Makassar untuk kepentingan identifikasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar mengatakan, penyerahan dilakukan setelah temuan diamankan dan didata sesuai prosedur. Body part korban ditemukan di area pencarian kawasan pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan, saat operasi pencarian dan pertolongan memasuki hari kelima.

"Bagian tubuh korban yang ditemukan hari ini langsung kami serahkan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi oleh tim DVI" ujar Arif.

Selain bagian tubuh korban, tim SAR juga menyerahkan sejumlah barang pribadi yang ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat dan sepanjang jalur evakuasi. Barang-barang tersebut antara lain laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, serta dokumen pribadi.

Menurut Arif, penyerahan barang temuan dilakukan melalui mekanisme resmi agar dapat digunakan sebagai data pendukung proses identifikasi, sekaligus untuk kepentingan administrasi dan penyelidikan lanjutan.

"Seluruh barang milik korban telah didata dan diserahkan secara resmi sehingga dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.

Dia menegaskan, proses penyerahan kepada tim DVI merupakan bagian krusial dalam penanganan pascakecelakaan, guna memastikan kepastian identitas korban sebelum disampaikan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, operasi SAR masih terus dilanjutkan dengan melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya. Pencarian difokuskan pada sisa korban dan evakuasi lanjutan di medan pegunungan yang ekstrem dan berisiko tinggi.

 

Penemuan Bagian Tubuh Korban Ketiga

Sebelumnya, tim SAR gabungan kembali menemukan korban ketiga dalam isiden kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar pada hari kelima operasi pencarian. Korban ditemukan pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 12.30 Wita di wilayah Pegunungan Bulusaraung Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii membenarkan Ihwal penemuan korban ketiga tersebut. Dia menyampaikan bahwa kondisi korban ketiga yang ditemukan masih berupa bagian tubuh.

"Iya (sudah) tiga korban yang ditemukan. Berdasarkan informasi yang saya terima, lebih condong bahwa temuan tersebut berupa body part," ujar Mohammad Syafii kepada awak media di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rabu (21/1/2026).

Saat ini, lanjut Syafii, korban ketiga tersebut masih dalam proses evakuasi oleh Tim SAR gabungan. Dia berharap evakuasi dapat dilakukan via jalur udara sebagaimana evakuasi yang dilakukan kepada korban yang pertama ditemukan.

"Saat ini sedang dalam proses evakuasi dan kita mengharapkan bisa menggeser temuan tersebut ke titik evakuasi yang sama seperti yang dilakukan tadi pagi, karena itu jalur yang paling cepat," ucapnya.

Saat ditanya mengenai lokasi penemuan korban ketiga ini, Syafii menyebut bahwa korban ditemukan tak jauh dari sekotor 1 dan sektor 4 lokasi pencarian.

"Lokasinya tidak jauh dari sektor 1 dan sektor 4, dan kita juga melakukan upaya penyisiran di sektor 2 dan sektor 3," ungkapnya.

Dia menjelaskan, proses pencarian dan evakuasi dilakukan di medan yang sangat ekstrem, dengan kondisi lokasi berupa tebing dan jurang yang memiliki kedalaman lebih dari seribu meter.

"Hampir seluruh pelaksanaan operasi berada di area tebing dan jurang. Saat ini korban masih dalam proses evakuasi dan kami mengupayakan untuk menggeser ke titik evakuasi yang paling memungkinkan," jelasnya.

Menurut Syafii, hingga hari kelima operasi pencarian, total tiga korban telah ditemukan. Dua korban sebelumnya telah berhasil dievakuasi, satu di antaranya telah diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui tim DVI, sementara satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (registrasi PK-THT) lepas landas dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada 17 Januari 2026 membawa awak dan penumpang dalam misi pemantauan udara.

Saat dalam penerbangan dan memasuki wilayah Sulawesi Selatan, pesawat mulai keluar dari jalur pendekatan yang seharusnya ketika mendekati landasan Makassar. Kontak dengan pengendali lalu lintas udara kemudian hilang.

Radar dan radio menunjukkan kehilangan sinyal pada pesawat saat pendekatan, lalu hilang kontak sepenuhnya di area pegunungan. Pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan dukungan udara dan darat, dan serpihan pesawat ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Lokasi penemuan menunjukkan pesawat mungkin menabrak bukit atau lereng sebelum jatuh, yang diklasifikasikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT), berarti pesawat masih dalam kendali pilot saat menghantam medan.