Dianiaya 2 Pria, Remaja Perempuan Ditemukan Dengan Leher Terikat Kabel di Pinggir Jalan

Seorang remaja perempuan di Mamuju Sulbar menjadi korban penganiayaan hingga leher terikat kabel di tepi jalan.

OlehFauzan
Diterbitkan 15 Januari 2026, 20:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Mamuju - Malam masih gelap ketika tubuh ZR (17) tergeletak tak berdaya di samping sebuah bengkel di Jalan Ir. Juanda, Kota Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Leher remaja perempuan itu dijerat kabel, napasnya tersengal, sementara luka di kepalanya terus mengeluarkan darah.

Beberapa saat sebelumnya, dua pria diduga melakukan penganiayaan terhadap ZR. Namun situasi berubah ketika Tim Patroli Polsek Mamuju, melintas. Kecurigaan petugas terhadap situasi di sekitar bengkel itu mengantarkan mereka pada sosok ZR yang nyaris tak berdaya.

Kanit Reskrim Polsek Kota Mamuju, Ipda Ari Zulkipli, mengatakan kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Leher korban terikat kabel hingga menyebabkan sesak napas, sementara luka di kepala memperparah kondisinya. Tanpa menunggu lama, petugas langsung memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

"Melihat kondisi korban yang lemah dan mengalami luka serius, anggota segera melakukan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit," ujar Ari.

Di saat yang sama, dua pria yang diduga sebagai pelaku sempat terlihat melarikan diri dari sekitar lokasi. Personel patroli langsung melakukan pengejaran hingga ke arah Kali Mamuju. Dalam gelap, kedua terduga pelaku nekat menceburkan diri ke sungai dan menghilang.

"Kami kehilangan jejak karena kondisi gelap gulita. Dua terduga pelaku itu melompat ke sungai," kata Ari.

 

Masih Dirawat Intensif

Kini, ZR masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulbar. Pembengkakan di leher akibat jeratan kabel membuatnya belum bisa berbicara. Kondisinya juga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan oleh penyidik.

"Korban belum bisa kami wawancarai karena masih dalam kondisi syok dan tidak sadarkan diri," ujarnya.

Sementara itu, polisi masih bekerja mengurai peristiwa dini hari tersebut. Motif penganiayaan belum dapat dipastikan, termasuk apakah peristiwa ini mengarah pada percobaan pembunuhan atau bentuk kekerasan lainnya. Penyelidikan terus dilakukan dengan mengumpulkan alat bukti dan memburu identitas serta keberadaan kedua terduga pelaku.

"Kami terus melakukan penyelidikan dan berupaya mengungkap pelaku serta motif kejadian," pungkas Ari.