Lima Orang Sempat Dirawat Diduga Keracunan Gas, Antam Pastikan Bukan Karyawan Tambang

Dia menyampaikan seluruh karyawan berada dalam kondisi aman dan telah dievakuasi sesuai prosedur keselamatan kerja pasca munculnya kepulan asap yang mengandung gas beracun.

Diterbitkan 15 Januari 2026, 17:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor menegaskan tidak ada karyawan yang menjadi korban paparan gas beracun di area tambang emas Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Manajemen memastikan lima orang yang sempat dibawa ke Klinik Pratama Dirja Medica pascakejadian bukan merupakan karyawan PT Antam.

"Bukan Karawang Antam. Jadi tidak ada karyawan Antam yang menjadi korban," tegas Nilus, Kamis (15/1/2026).

Dia menyampaikan seluruh karyawan berada dalam kondisi aman dan telah dievakuasi sesuai prosedur keselamatan kerja pasca munculnya kepulan asap yang mengandung gas beracun.

"Kami pastikan tidak ada karyawan Antam yang terdampak atas kejadian asap kemarin," kata dia.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya masih menulusuri kelima orang yang disebut menjadi korban gas beracun.

"Kami belum tahu, karena itu mungkin masih dalam proses ya," jelasnya.

 

Asap Beracun Selimuti Tambang Pongkor

Dia mengungkapkan insiden di tambang Pongkor ditandai dengan munculnya asap tebal berkadar gas beracun dari area tambang bawah tanah, yang diindikasikan akibat kebakaran.

"Asap itu terjadi di Level 600 Ciurug, di sekitar level 600-an, tapi tidak sampai meluas ke area lain," jelasnya.

Pada saat kejadian, lanjut Nilus, konsentrasi gas karbon monoksida (CO) di area tersebut mencapai 1.200 ppm. Sementara ambang batas aman berada di level 25 ppm.

Sampai saat ini tim masih melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan sumber awal munculnya asap yang mengandung gas beracun itu.

"(Kondisi gas) sudah turun di bawah 25 ppm. Ini kami coba masuk, kami akan coba lihat, tapi masih belum dapat ketemu titik api atau titik asap yang kemarin diduga sumbernya dari hal tersebut, dari titik tersebut," jelasnya.

 

Klarifikasi Bupati Bogor

Bupati Bogor Rudy Susmanto meluruskan kabar yang menyebut adanya ratusan korban akibat munculnya asap di area tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) Pongkor. Dia menegaskan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan manajemen Antam segera meninjau lokasi untuk memastikan kebenaran informasi yang sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Kami datang langsung ke Kecamatan Nanggung, menggelar rapat bersama pimpinan Antam, Kapolres dan Dandim untuk mendapatkan informasi yang valid dan sebenar-benarnya. Informasi soal ratusan korban itu tidak benar,” ujar Rudym dikutip dari Antara, Rabu (14/1/2026).

Dia menjelaskan angka 700 yang beredar di masyarakat bukan merujuk pada jumlah korban, melainkan merupakan istilah level atau portal kerja di dalam tambang.

“Yang dimaksud itu adalah level 700, bukan ada 700 orang terjebak. Ini yang perlu kami luruskan supaya masyarakat tidak panik,” katanya.

Meski demikian, Rudy menegaskan pemerintah daerah tetap akan menelusuri kebenaran apabila terdapat informasi lain di luar aktivitas resmi PT Antam.

“Kalau ada beberapa informasi lain yang beredar, izinkan kami beberapa saat ke depan untuk memastikan kebenarannya. Kami akan menyampaikan berdasarkan data dan fakta yang ada di lapangan,” ujarnya.