23 Hari Warga Aek Garoga Tapanuli Selatan Terputus dari Dunia Luar

Jembatan Bailey dipasang untuk membuka isolasi warga di sana.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 18:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Warga Desa Aek Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut) hidup dalam kepungan isolasi selama 23 hari sejak bencana banjir melanda. Akses jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga hilang tersapu banjir bandang. Namun, harapan baru akhirnya muncul seiring hadirnya jajaran TNI Angkatan Darat di tengah lumpur sisa bencana.

Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, turun langsung meninjau lokasi bencana, Rabu (17/12/2025) siang.

Didampingi Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Pangdam melihat langsung kondisi jalan yang putus total yang membuat pasokan BBM dan logistik ke wilayah tersebut lumpuh.

Untuk mengatasi keterisolasian ini, Kodam I/Bukit Barisan melalui Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 1/Dhira Dharma tengah memulai pembangunan jembatan Bailey.

Jembatan baja sepanjang 44 meter dengan kapasitas 25 ton ini ditargetkan rampung dalam satu pekan ke depan.

"Saya ingin memastikan apa yang dikerjakan TNI bisa segera membantu kesulitan masyarakat. Ini sudah terjadi, masyarakat dalam kondisi berduka dan kesulitan. Kita hadir di sini untuk membantu," ujar Mayjen TNI Hendy Antariksa dengan nada tegas namun penuh empati.

Bukan Sekadar Jembatan

Sisi humanis sangat kental dalam penanganan bencana kali ini. TNI tidak hanya fokus pada pembangunan fisik jalan, tetapi juga aspek sanitasi dan kebutuhan dasar pengungsi yang mulai menurun.

Pangdam menginstruksikan pembangunan sarana MCK dan sumur bor agar warga di pengungsian mendapatkan akses air bersih yang layak.

Tidak tanggung-tanggung, satu batalyon personel tambahan dikerahkan khusus untuk berjibaku dengan lumpur, membersihkan material sisa banjir yang menimbun pemukiman warga di Kecamatan Batang Toru.

"Kalau personel kurang, kita tambah lagi satu batalyon. Tidak ada masalah. Fokus kita adalah masyarakat segera keluar dari kesulitan ini. Jalur logistik harus berjalan, makan di pengungsian harus aman, dan warga bisa kembali beraktivitas seperti semula," tambah Pangdam.

Lumpuhnya Jalur Logistik

Putusnya jalan di Desa Aek Garoga ini sebelumnya sempat memicu kekhawatiran besar. Selain memutus akses antar Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, distribusi BBM ke beberapa wilayah sempat terganggu, mengancam stabilitas ekonomi warga yang baru saja dihantam bencana.

Kini, dengan deru alat berat dan semangat gotong royong para prajurit, warga Desa Aek Garoga mulai melihat cahaya di ujung terowongan.

Jembatan Bailey yang sedang dibangun bukan sekadar rangkaian baja, melainkan penyambung harapan bagi ribuan jiwa yang rindu akan kehidupan normal.