Wakil Ketua MPR Ibas: Doa untuk Korban Bencana Banjir Bandang dan Longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyampaikan doa serta solidaritas mendalam bagi para korban bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Diterbitkan 29 November 2025, 09:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pacitan - Dalam suasana penuh keprihatinan atas bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak akhir November 2025, Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas menyampaikan doa serta solidaritas mendalam bagi para korban.

Dalam sambutannya di hadapan masyarakat Desa Donorojo, Pacitan pada peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Ibas mengajak seluruh rakyat Indonesia turut mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi saudara-saudara kita di Sumatera.

"Beberapa waktu yang lalu, saudara-saudara kita di Aceh, di Sumatera Utara, di Sumatera Barat harus berduka, prihatin dan sedih akibat adanya bencana yang tidak diinginkan datang dari Tuhan yang Maha Kuasa. Bencana longsor, bencana banjir bandang yang hingga saat ini masih memakan korban jiwa," ucap Ketua Fraksi Partai Demokrat tersebut, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Sabtu (29/11/2025).

Ia menegaskan, musibah tersebut bukan hanya menjadi beban pemerintah, melainkan juga panggilan empati seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu dalam doa dan aksi kemanusiaan.

"Mari sama-sama kita kirimkan doa kepada saudara-saudara kita agar senantiasa mendapatkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan mereka yang telah wafat semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," ajak Ibas.

Ibas juga memberi perhatian khusus terhadap upaya pencarian, penyelamatan, dan penyaluran bantuan yang sedang dilakukan oleh berbagai unsur, termasuk BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan relawan setempat.

"Kita doakan agar proses rehabilitasi dan bantuan cepat bagi para korban dapat berjalan lancar. Semoga para petugas yang berada di lapangan diberikan kekuatan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak," terang dia.

 

Ingatkan Pentingnya Kelestarian Lingkungan

Dalam pesannya, Ibas menyebut faktor perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan yang menjadi tantangan serius saat ini. Ia menyampaikan adanya kajian dan riset terkait peningkatan risiko bencana akibat fenomena cuaca ekstrem.

"Riset dan penelitian mengatakan ada anomali, ketidakbiasaan yang terjadi atas peristiwa siklon senyap badai yang mengenai wilayah Indonesia dan berujung pada bencana di beberapa provinsi," terang dia.

Karena itu, Ibas mengingatkan pentingnya pembangunan yang tetap berpihak pada kelestarian lingkungan.

"Pembangunan itu harus juga mencintai lingkungannya, mencintai apa yang diberikan Tuhan yang Maha Kuasa. Kita menolak pembangunan yang merusak alam," ucap dia.

 

Ajak Peduli pada Bumi

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga menegaskan, kepedulian terhadap bumi harus dimulai dari tindakan kecil yang berkelanjutan.

Ia mengajak semua pihak untuk menjaga lingkungan, menanam pohon, dan menata ruang yang ramah alam.

"Untuk apa? Untuk anak cucu kita. Untuk apa? Untuk lingkungan kita. Untuk memastikan penghijauan, penyerapan air, dan tanah kita semakin baik penggunaannya," seru Ibas.

Di akhir pernyataannya, Ibas kembali mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan keselamatan Indonesia.

"Kita juga doakan agar bencana tidak kembali terjadi di daerah-daerah tersebut maupun wilayah lain di Indonesia. Mari kita kirimkan doa Al-Fatihah untuk keluarga-keluarga kita yang terkena bencana," kata dia.

"Doa adalah wujud ikatan kebangsaan yang kuat—bahwa dalam duka dan cobaan, Indonesia akan selalu saling menopang dan bangkit bersama," tutup Ibas.