Kronologi Guru Bahasa Inggris SMP di Sumsel Ditemukan Tewas Mengenaskan

Awalnya, tetangga korban bernama Resta bersama warga lainnya curiga karena sepeda motor korban terparkir cukup lama di depan kontrakan. Padahal biasanya, korban langsung memasukkan kendaraannya ke kamarnya, setelah pulang kerja.

Diterbitkan 20 November 2025, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Baru  saja lulus sebagai guru dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) beberapa bulan lalu, akhir hidup SF (27) benar-benar tragis.

Tenaga pengajar asal Lampung Timur tersebut, ditemukan tak bernyawa di kamar kontrakannya di Desa Sukapindah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (19/11/2025) sore. 

Jasad guru Bahasa Inggris di SMP Negeri 46 Dusun Air Itam OKU Sumsel tersebut, ditemukan dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Mulut dan hidungnya juga disumpal kain dan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Awalnya, tetangga korban bernama Resta bersama warga lainnya curiga karena sepeda motor korban terparkir cukup lama di depan kontrakan. Padahal biasanya, korban langsung memasukkan kendaraannya ke kamarnya, setelah pulang kerja.

“Biasanya pulang langsung masuk ke kamar. Tapi sore itu motornya tidak bergerak,” ujar Resta, Kamis (20/11/2025).

Karena curiga ada apa-apa, dia bersama dua warga lainnya langsung membuka pintu korban yang tidak terkunci. Mereka dibuat kaget saat melihat korban dalam kondisi terikat dan sudah tidak bernyawa. 

Untuk diketahui, SF baru dilantik menjadi PPPK di Ogan Komering Ulu (OKU). Korban merupakan guru TIK di SMP Negeri 46 OKU. Dia perantau asal Lampung dan tinggal sendiri di sebuah indekos. Korban tidak begitu aktif di media sosial dan jarang memposting apapun kegiatannya sehari-hari di akun pribadi. 

Namun terungkap fakta, korban mengunggah video kegiatan outbond bersama para siswa pada 25 Oktober 2025 di media sosialnya. Sebelumnya, dia memposting foto-foto pada Juni 2024 selama menjadi pengajar di Lampung.

Motif Pembunuhan Diduga Bukan Pencurian

Kasubsi Penmas Polres OKI Ipda Chandra belum menemukan titik ternag kematian SF. Apalagi barang-barang berharga korban juga masih ada, seperti sepeda motor, laptop, ponsel hingga uang tunai.

“Barang-barang korban lengkap. Ini menjadi salah satu alasan kami menduga pembunuhan ini tidak terkait motif pencurian. Ada hal lain yang sedang kami dalami,” katanya.

Aparat kepolisian mencari tahu jejak pelaku pembunuhan, mulai dari olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), menginterogasi para saksi hingga menelusuri rekaman CCTV di sekitar kontrakan.

Jenazah korban sudah dibawa ke Puskesmas Kedaton, sebelum dirujuk ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga menunggu keputusan keluarga terkait rencana autopsi.

“Kasus ini mendapat perhatian khusus. Tim terus bekerja untuk mengungkap pelaku dan motif sebenarnya,” katanya.