Kasus Pembunuhan di Jogging Track Tapin Kalsel, Anak Punk Tewas Mengenaskan

Pelaku pembunuhan anak punk di Kalsel

Diterbitkan 10 November 2025, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Seorang pemuda berinisial A (20) alias Siman, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) nekat menghabisi nyawa seorang pengamen bernama Hidayat Ray Kusuma (20). Peristiwa ini terjadi di area Jogging Track Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Sabtu (8/11/2025) malam.

Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika menjelaskan, kasus tersebut bermula dari perselisihan antara dua kelompok remaja yang berujung pada penganiayaan dan pembunuhan.

“Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial A (20) alias Siman, warga Banjarmasin, diduga melakukan penusukan terhadap korban menggunakan senjata tajam jenis 'asu' sepanjang 26,5 sentimeter,” kata Weldi saat konferensi pers di Mapolres Tapin, Senin (10/11/2025).

Hidayat Ray merupakan warga Kelurahan Hilir Seper, Kabupaten Tapin. Sementara satu korban lainnya, Khaliur Rahman (25), mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam.

Peristiwa bermula saat pelaku yang sedang berada di lokasi bersama temannya, bertemu dengan sekelompok remaja lain dari komunitas punk. Saat itu terjadi adu mulut hingga berujung perkelahian.

“Pelaku sempat menerima tantangan dan kemudian melakukan penusukan terhadap korban,” ujar Weldi.

Dari hasil penyidikan sementara, motif pelaku diduga balas dendam dan dipengaruhi oleh minuman beralkohol. Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tempat kejadian, antara lain satu lembar rompi jin warna hitam dengan noda darah, satu celana jin warna hitam bernoda darah, dan satu senjata tajam dengan gagang berwarna cokelat tua lengkap dengan kumpang.

Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara, atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP jika perbuatannya mengakibatkan mati dengan ancaman 7 tahun penjara.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Unit Reskrim Polres Tapin. Kami juga terus mendalami apakah ada pelaku lain yang terlibat,” pungkasnya.