Dua Hari Hilang di Lemah Tengkorak, Pendaki Ayah dan Anak Ditemukan Selamat

Dua pendaki yakni ayah dan anak yang dilaporkan hilang di lembah tengkorak selama dua hari, akhirnya ditemukan selamat. Setelah dievakuasi, keduanya diserahkan kepada pihak keluarga.

Diterbitkan 17 Oktober 2025, 17:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Setelah dua hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan dua pendaki yang sempat hilang di kawasan Lembah Tengkorak, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung.

Keduanya, Deden Yudhi (42) dan Zaizafan Dhiya (19), ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 14.50 WIB.

Informasi penemuan tersebut diperoleh setelah warga setempat melaporkan adanya tanda keberadaan korban di sekitar koordinat 6°48'58.2"S 107°44'39.12"E.

Tim SAR segera menuju lokasi dan memastikan identitas dua orang tersebut sebagai survivor yang selama dua hari terakhir dicari.

“Kedua survivor ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung dibawa ke Posko Tim SAR Gabungan untuk mendapatkan pertolongan pertama,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip.

Setelah dievakuasi, keduanya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Puskesmas terdekat guna menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Bandung, Polisi Kehutanan (Polhut), BPBD Subang, Napalima, BC, SAR Pasundan, Resgap, serta warga lokal dan keluarga korban.

Hilang saat Tracking

Diberitakan sebelumnya, Deden dan Zaizafan dilaporkan hilang sejak Kamis (16/10) setelah melakukan aktivitas tracking menuju Lembah Tengkorak atau Bukit Tunggul pada Rabu pagi (15/10).

Mereka sempat direncanakan melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari, namun hingga malam hari tidak kembali ke rumah.

Pihak Basecamp Lembah Tengkorak kemudian melaporkan kehilangan ini dan melakukan pencarian awal sebelum akhirnya melibatkan Tim SAR Gabungan.

Dengan ditemukannya kedua survivor dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Meski demikian, pihak Basarnas mengimbau masyarakat yang beraktivitas di jalur pendakian untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan, seperti melapor ke pos pendakian, membawa peralatan standar, serta tidak memaksakan diri di medan ekstrem.