Eri Cahyadi: Saya Minta Tolong, Jaga Surabaya dari Praktik Prostitusi

Terkait aduan masyarakat terhadap dugaan aktivitas prostitusi, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pemantauan intensif dan melibatkan masyarakat serta kepolisian.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi buka suara soal dugaan praktik prostitusi ilegal di kawasan eks lokalisasi Moroseneng, Kota Pahlawan.

Untuk itu, Eri Cahyadi mengajak seluruh tokoh dan warga sekitar untuk bergotong royong menjalankan pengawasan ketat (waskat) demi menjaga kawasan tersebut dari dugaan aktivitas terselubung.

Pihaknya, lanjut Eri, juga telah melakukan penjagaan rutin di kawasan tersebut. Petugas disiagakan di setiap pos yang dibuat di beberapa titik di wilayah eks lokalisasi Moroseneng.

"Jadi kita melakukan penjagaan, mulai jam 10 malam sampai jam 4 pagi. Penjagaan dilakukan berkeliling ya, ada pos-pos yang kita buat untuk menjaga wilayah tersebut,” ujarnya, Selasa (14/10).

Terkait aduan masyarakat terhadap dugaan aktivitas prostitusi, Pemkot Surabaya akan terus melakukan pemantauan intensif dan melibatkan masyarakat serta kepolisian.

Untuk menghilangkan fitnah dan memastikan transparansi, Wali Kota Eri meminta agar tokoh masyarakat dan kepolisian diikutsertakan dalam pengamanan wilayah.

"Kita mengajak tokoh masyarakat, kita ajak kepolisian untuk informasikan. Sebenarnya di situ ada tidak praktik seperti itu. Biar tidak ada fitnah," ujarnya.

"Sehingga sekarang di tempat-tempat itu kan kita ada pos. Makanya saya minta untuk jaga di sana supaya bisa membuktikan ada tidaknya aktivitas seperti itu,” imbuh Eri.

Jaga Bersama

Sebagai langkah antisipasi preventif, Pemkot Surabaya telah memastikan adanya pos penjagaan di Moroseneng. Selain itu, Wali Kota Eri juga menginstruksikan pemanfaatan rumah-rumah yang telah dibeli oleh Pemkot untuk kegiatan positif bagi seluruh warga.

"Rumah-rumah yang dibeli tadi itu, maka saya minta untuk dijadikan tempat-tempat kegiatan. Jadi, ya kegiatan anak muda, posko Karang Taruna, apa-apa. Jadi kan ramai. Kalau ramai kan tidak mungkin ada kegiatan (prostitusi) itu," ujar Eri.

Wali Kota Eri Cahyadi juga menyampaikan imbauan kepada seluruh warga Surabaya agar ikut serta menjaga kota dari segala bentuk praktik prostitusi, termasuk tempat-tempat seperti panti pijat yang disalahgunakan.

"Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan praktik-praktik negatif (prostitusi) di lingkungannya. Terus juga mohon maaf, tempat-tempat lainnya yang disalahgunakan. Saya nyuwun tulung (minta tolong). Surabaya ini ayo kita jaga bersama," ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga kota terletak pada kebersamaan dan pengawasan melekat (waskat) oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kalau ada yang seperti itu, tolong segera laporkan dan foto. Kita tangkap, kita selesaikan. Karena pemerintah kota tidak akan pernah bisa melakukan sendiri. Tapi kebersamaan dan pengawasan bersama, waskat yang dilakukan masyarakat, maka itu jauh lebih efektif," ucap Eri.