Tangis Saripah Pecah, Sepeda Motornya Buat Ngojek Hangus Dibakar Saat Bentrok Warga

Bentrokan antarwarga terjadi di Jalan Layang dan Lorong 148, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin malam (22/9/2025).

OlehFauzan
Diperbarui 23 September 2025, 13:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Tangis Saripah pecah saat menceritakan sepeda motor miliknya yang hangus dilalap api. Pasalnya bukan sekadar kendaraan, sepeda motor itu sudah menjadi sumber penghasilan utama bagi dirinya yang sehari-hari menjadi pengemudi ojek online di Makassar.

Saripah menjadi salah satu korban dalam pecahnya bentrokan antarwarga Jalan Layang dan Lorong 148, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (22/9/2025) malam hingga dini hari. Dalam insiden itu, dua sepeda motor yang ia gunakan bersama suaminya, Ismail, dibakar kelompok tak dikenal.

"Iya, motorku dan suamiku. Saya memang tinggal di Lorong 148," kata Saripah dengan suara bergetar, Selasa (23/9/2025).

Saripah menuturkan, sebelum sepeda motornya dibakar, situasi di sekitar rumahnya sempat terkendali. Aparat gabungan dari polisi dan TNI sudah melakukan patroli dan meminta warga masuk kembali ke rumah masing-masing.

"Sudah aman sebenarnya, tidak ada lagi kejadian," katanya.

Namun, menjelang azan Subuh, sekelompok pria bertopeng datang kembali menyerang. Karena tidak menemukan lawan, mereka melampiaskan kemarahan dengan merusak dan membakar sejumlah kendaraan.

"Mungkin karena tidak ada lawannya makanya motorku yang dibakar," ucap Saripah sambil menangis.

Lebih memilukan, sepeda motor milik suaminya yang masih dalam masa cicilan juga turut hangus dibakar. Padahal, sepeda motor itu menjadi tumpuan keluarga kecil mereka untuk bertahan hidup.

"Motor suamiku juga dibakar, padahal masih dicicil. Saya sekarang tidak tahu bagaimana lagi mau cari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Saya cuma ojol, suamiku buruh angkut kaca harian," bebernya.

Saripah kini hanya bisa berharap kepada pihak kepolisian. Ia sudah melaporkan kejadian itu dan menunggu langkah hukum aparat untuk mengusut kasus yang menimpanya.

"Saya sudah lapor ke Polrestabes Makassar. Semoga bisa ditangkap para pelaku," harapnya.

 

Bentrok Pecah, 3 Warga Kena Panah

Sebelumnya diberitakan, Perang kelompok antara warga Jalan Layang dan warga Lorong 148, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan kembali pecah pada Senin (22/9/2025) malam. Sejumlah kendaraan dirusak dan 3 warga dilaporkan jadi korban pembusuran dalam insiden tersebut.

Dari informasi yang diterima Liputan6.com, ketiga warga yang terkena busur panah itu adalah Fadli (26) yang terkena busur panah di mata kirinya, Nova Aisyah Mutmainnah (17) terkena busur panah di bagian leher belakang dan Arsad (39) terkena busur panah di betis kiri.

"Korban ini belum ada yang melapor ke Polsek," kata Kapolsek Tallo, Kompol Syamsuardi kepada Liputan6.com, Selasa (23/9/2025).

Dia menyebut perang kelompok antar warga itu pecah saat proses rapat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tengah diselenggarakan oleh Tripika Kecamatan yakni Polsek Tallo, Koramil 1408-02 Tallo dan Camat Tallo.

"Pada saat Tripika Kecamatan Tallo Melakukan Rapat Kamtibmas untuk mendamaikan kedua kubu yang sering bertikai tiba tiba terdengar suara petasan dari arah lorong belakang 148 Kelurahan Bunga Eja Baru. Seketika kegiatan mendamaikan kedua kubu yang sering bertikai dihentikan," terangnya.

Aparat gabungan dari Koramil 1408-02 Tallo, Polsek Tallo dan Patroli Motor Sabhara Polrestabes Makassar pun bergegas ke lokasi perang kelompok warga. Mereka melakukan penyisiran hingga warga yang bertikai membubarkan diri pada Selasa (23/9/2025) dini hari.

"Kita lakukan patroli. Karena warga sempat melakukan perlawanan kepada anggota yang berusaha melerai makanya sempat kita keluarkan tembakan peringatan," terangnya.

 

Sejumlah Kendaraan Dibakar

Tak hanya warga yang menjadi korban luka, dua unit kendaraan roda dua juga dibakar serta satu mobil dirusak oleh kelompok warga yang bertikai. Informasi yang diterima motor tersebut adalah milik seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online.

"Iya ada juga motor dibakar. Cuma kita belum tahu siapa yang punya karena korban juga belum melapor ke Polsek," bebernya.

Syamsuardi pun mengaku tengah menyiapkan strategi agar perang kelompok antar warga ini tidak berlarut-larut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan personel polisi untuk berjaga di sekitar lokasi.

"Kita lakukan penebalan untuk menjaga wilayah agar tidak pecah lagi perang kelompoknya. Selain itu kita tengah cari cara agar mereka bisa berdamai," dia memungkasi.

Sebagai informasi, perang kelompok antar warga Jalan Layang dan Lorong 148 ini telah terjadi bertahun-tahun. Stakeholder terkait telah berupaya melakukan berbagai macam cara untuk mendamaikan mereka tapi tak pernah berbuah hasil.