Sosok Kapten Haryanto Tahir di Mata Keluarga, Pilot Helikopter yang Jatuh di Hutan Kalsel

Kapten Haryanto Tahir menjadi pilot helikopter nahas yang dilaporkan hilang kontak pada 1 September 2025, dan ditemukan bangkainya dalam kondisi hangus terbakar di hutan Mentewe Tanah Bumbu Kalsel.

Diperbarui 04 September 2025, 21:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Makasar - Setelah memastikan bangkai helikopter yang dikabarkan hilang sudah ditemukan, keluarga pilot Kapten Haryanto Tahir di Makassar langsung terbang ke Banjarmasin di Kalsel. Perwakilan keluarga, Setiawan Ahmad, di rumah korban Jalan Rajawali Makassar, Kamis (4/9/2025) mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah korban Kapten Haryanto selamat atau tidak.

"Belum ada bisa kami pastikan (korban selamat atau tidak). Jelasnya, ada pihak perusahaan panggil istrinya ke Banjarmasin. Tadi berangkat, perkiraan," katanya.

Selain istri korban, kata dia, ada lima orang anggota keluarga diberangkatkan yakni dua saudara kandung, ipar, serta anak pertama korban yang berangkat ke Banjarmasin untuk memastikan kondisi korban.  

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu kabar terbaru, perkembangan pencarian korban helikopter jatuh. Ia menuturkan, kabar dari kejadian kecelakaan tersebut diketahui pada Senin, 1 September 2025, melalui pemberitaan media massa. 

Kapten Haryanto sendiri merupakan pilot helikopter tipe Airbus BK117-D3 milik operator Eastindo Air, yang dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Bandara Gusti Syamsir Alam, Kotabaru menuju rute Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada Senin (1/9/2025) pukul 12.02 Wita, sebelum akhirnya ditemukan hangus terbakar di pedalaman Hutan Mentewe Tanah Bumbu Kalsel. 

 

Keluarga Gelar Doa Bersama

Sejauh ini pihak keluarga di Kota Makassar telah menggelar pengajian dan doa bersama setelah mendapatkan kabar duka tersebut, dengan melaksanakan selama beberapa hari terakhir agar diberikan kemudahan pencarian para korban. 

"Untuk kejadian laka itu, kami masih menunggu kabar dari tim gabungan, tim pencari dan tim pembantu (pencarian). Selama dua hari ini kami terus melaksanakan pengajian, doa bersama," ungkap Setiawan Ahmad.

Ini dilaksanakan setelah mendapatkan berita awal kecelakaan helikopter yang dikendarai korban sebelumnya dikabarkan hilang di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan akhirnya ditemukan berada di Air Terjun Mandin Damar, Mentewe, di provinsi setempat pada Rabu (3/9/2025).    

"Harapan kami keluarga besar, mudah-mudahan yang terbaik buat Pak Haryanto. Beliau orangnya baik, kalau pulang ke Makassar tergantung izin dari perusahaan," katanya. 

Korban terakhir pulang ke Kota Makassar pekan lalu, pada Agustus 2025 untuk bertemu keluarganya. 

"Pulang itu terakhir minggu kemarin. Tidak ada tanda-tanda apa-apa, dan tidak ada disampaikan korban waktu di Makassar," kata Setiawan didampingi pihak keluarga lainnya di kediaman korban. 

 

8 Nama-Nama Korban

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menemukan bangkai pesawat pada Rabu 3 September 2025 sekitar pukul 14.45 Wita di kawasan hutan sekitar Air Terjun Mandin Damar, Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu. 

Dari manifest tercatat helikopter milik perusahaan Estindo ini membawa delapan orang, masing-masing Kapten Haryanto Tahir (pilot) Eng. Hendra (teknisi) Yudi Febrian, Andys Risa Pasulu, Iboy Irfan Rosa (WNI) serta Mark Werren (WNA) asal Amerika, Santha Kumar (WNA) asal India dan Claudine (WNA) asal Brasil.Â