Motif 2 Pelajar di Lampung Bunuh Waria, Kesal Dibayar Murah

Total ada 78 tusukan di sekujur tubuh korban.

Diperbarui 02 September 2025, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Motif pembunuhan sadis waria di Kabupaten Pesawaran, Lampung terungkap. Dainuro (41) meregang nyawa dengan kondisi sangat tragis di tangan dua pelajar SMP.

Ternyata, dua ABG berinisial DA (15) dan RO (14) nekat membunuh waria bernama Dainuro secara sadis karena kesal dibayar murah oleh korban usai berhubungan. Ketiganya memang berteman dekat.

"Dari hasil pemeriksaan, DA mengaku hanya menerima bayaran Rp40 sampai 60 ribu usai berhubungan dengan korban," kata Kasatreskrim Polres Pesawaran, Lampung, Iptu Pande Putu Yoga, Selasa (2/9).

Pelaku RO Belum Dapat Bayaran

Sementara informasi yang mereka terima, ada orang lain yang dibayar korban sampai Rp 100.000. Bahkan pelaku RO belum mendapat bayaran sama sekali setelah melayani permintaan korban untuk berhubungan dengannya.

"Karena informasi itu, keduanya merasa kesal dan marah. Pada Sabtu malam mereka mendatangi korban di salon dan melakukan pembunuhan,” jelas dia.

Gandeng Bapas karena Pelaku di Bawah Umur

Polisi menambahkan, keterangan dari kedua pelaku masih terus didalami.

"Mengingat para pelaku masih di bawah umur, polisi juga menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk menangani pemeriksaan," tuturnya.

Sebelumnya, Dainuro ditemukan tewas mengenaskan di dalam salonnya di Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Polisi mendapati 78 luka tusuk dan sayatan di tubuh korban akibat benda tajam. Bahkan, zakar korban dipotong pelaku.

78 Tusukan

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Pesawaran, Iptu Pande Putu Yoga Mahendra menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025. Keesokan harinya, Minggu pukul 08.00 WIB, korban ditemukan tidak bernyawa.

“Banyak luka tusuk di sekujur tubuhnya, mulai dari kepala, tangan, hingga badan. Total ada 78 luka tusuk dan sayatan. Kemudian, zakar disunat, ditemukan cairan berwarna bening di duga sperma pada alat kelamin korban,” kata Pande.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan dua senjata tajam yang diduga digunakan pelaku, yakni sebilah pisau dan golok. Dua barang bukti itu kini disita sebagai barang bukti bersama dua tersangka yang sudah diamankan di Mapolres Pesawaran.