Menilik Rumah Masa Kecil Dwi Hartono di Tebo Jambi, Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Di kampung halamannya di Rimbo Bujang, Tebo Jambi, yang merupakan Kawasan eks transmigrasi itu, Dwi Hartono menghabiskan masa kecilnya.

Diperbarui 27 Agustus 2025, 12:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jambi - Nama Dwi Hartono (DH), masih menjadi perbincangan hangat. Di kampung halamannya, Dwi Hartono dikenal sebagai seorang pengusaha kaya raya asal Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Dia makin dikenal setelah ditangkap polisi. Bersama beberapa orang lainya, Dwi Hartono diduga di balik otak pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Mohamad Ilham Pradipta (MIP).

Dwi Hartono ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (23/8/25) sekitar pukul 20.15 WIB. Adapun peran Dwi Hartono dalam kasus ini adalah aktor penculikan MIP. Dia diculik di parkiran sebuah supermarket kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Salah satu aktor penculikan ya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.

Dwi Hartono punya latar belakang bisnis yang mentereng. Dia mengaku sebagai pengusaha properti, fesyen, skin care, hingga bimbingan belajar Hartono Foundation. Selain punya latar belakang sebagai bos, Dwi Hartono ternyata dikenal sebagai seorang motivator.

Tapi siapa nyana, Dwi Hartono merupakan seorang yang berasal dari kampung halaman di Rimbo Bujang yang berjarak 250 kilometer dari Kota Jambi. Di kampung halamannya di Rimbo Bujang, yang merupakan Kawasan eks transmigrasi itu, Hartono menghabiskan masa kecilnya.

Dia pernah tinggal bersama orang tuanya di Jalan Sapat, RT 22, Dusun Jati Makmur, Desa Mekar Kencana (Unit VI), Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.

Rumahnya itu dua lantai dan bercat putih. Perbagar kelir biru. Dalam beberapa hari terakhir rumah tersebut kosong. Pagarnya terkunci.

"Informasinya (rumah) kosong, belum tahu orang tuanya kemana. Mungkin nyusul ke Jakarta," kata Nanang, warga Tebo Ketika dihubungi dari Jambi.

Di lantai bawah, rumah tersebut dijadikan warung. Tampak spanduk rokok khas warung terpasang di bagian depannya.

Menurut warga Tebo, keluarga Dwi Hartono memiliki usaha toko grosir. Namun sejak dua hari terakhir setelah kabar penangkapan Hartono, beberapa rumah di kompleks tersebut dan satu rumah tingkat yang di lantai bawahnya toko itu tampak kosong.

"Keluarganya orang tuanya, saudaranya ada toko," ujarnya.

Dwi Hartono pernah menamatkan sekolah di SD Negeri 177/VIII Jalan Meranti Desa Tirta Kencana, dan SMP Negeri 13 Jalan Kolim, Desa Tirta Kencana. Setelah tamat SMP, dia melanjutkan ke jenjang pendidikan SMA sampai Perguruan Tinggi di Jawa.

 

Sosok Dermawan

Di kalangan warga Rimbo Bujang yang merupakan daerah transmigrasi di Tebo, Jambi itu, Dwi Hartono tak hanya dikenal sebagai pengusaha sukses kaya raya.

Di sana dia dikenal sebagai seorang dermawan yang tanpa pamrih sering menolong warga kampung. Dia juga pernah menyumbangkan mobilnya untuk dijadikan ambulance dan diserahkan kepada warga di kampungnya.

Lahir dikalangan keluarga sederhana, Dwi Hartono lebih banyak menghabiskan waktunya di Jakarta. Suatu ketika saat pulang kampung Dwi Hartono menggemparkan warga Tebo.

Dia pernah pulang kampung naik helikopter. Menurut warga di kampungnya, helikopter yang pernah dibawanya itu merupakan milik pribadi.

Dikenal pengusaha kaya raya, Dwi Hartono juga tak segan mendatangkan artis ibu kota ke kampung halamannya. Ketika acara khitanan anaknya, dia menggelar acara syukuran yang mendatangkan artis Via Valen.

Tak hanya itu, dia juga pernah mendatangkan penyanyi Wika Salim dan beberapa penceramah kondang.