Memanas! Habib Husein Ikut Terseret di Pusaran Kontroversi Nisan-Nisan Baru di Makam Sunan Bonang Tuban

Munculnya nisan-nisan baru di area cagar budaya Makam Sunan Bonang Tuban menjadi kontroversi di kalangan masyarakat.

Diperbarui 27 Agustus 2025, 09:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tuban - Nama Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil ikut terseret dalam pusaran kontroversi munculnya nisan-nisan baru di area cagar budaya Makam Sunan Bonang Tuban. Polemik ini makin memanas setelah mencuat ke publik lewat media sosial, dan kini masuk ke ranah hukum.

Habib Husein resmi dilaporkan ke pihak kepolisian oleh lembaga Perjuangan Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Tuban. Mereka menilai adanya dugaan keterlibatan perusakan cagar budaya di ring satu makam wali tersebut.

"Diduga perusakan cagar budaya," ungkap KH Ansari, Ketua PWI-LS Tuban, Selasa (26/8/2025).

Selain itu, PWI-LS juga menilai laporannya terkait pernyataan Habib Husein secara terbuka di TikTok yang menyebut dirinya terlibat 90 persen dalam proses pemakaman di kawasan Makam Sunan Bonang. Kondisi itu mematik polemik baru lantaran kawasan tersebut adalah situs cagar budaya nasional.

"Laporannya hanya sifatnya pernyataan Habib Husein 90 persen ikut ngubur (pemakaman) di samping makam Mbah Bonang," ungkap kyai Ansari.

Habib Husein Ba’agil ketika dikonfirmasi belum menjelaskan secara pasti apa langkah hukum yang akan diambil terkait adanya laporan tersebut. Namun, Habib menekankan semua bersaudara dan diminta ikut menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Tuban.

"Kabeh dulur (semua bersaudara ), mari kita jaga kondusifitas dan persaudaraan seluruh anak bangsa khususnya di Kota Tuban ini," kata Habib Husein lewat pesan singkat.

Terkait polemik itu, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander, sampai sekarang enggan berani memberikan keterangan resmi. Ia pilih tidak merespon ketika dikonfirmasi terkait masalah tersebut.

 

Polres Tuban Turun Tangan

Namun begitu, persoalan tersebut sudah masuk ke meja Korps Bhayangkara Tuban. Bahkan, Waka Polres Tuban Kompol Achmad Robial telah memfasilitasi pertemuan dengan sejumlah pihak pada beberapa hari lalu untuk mencari solusi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan MUI, Kemenag dan Kesbangpol terkait permasalahan ini," ungkap Wakapolres Tuban.

Polres juga menyampaikan telah menerima pengaduan dari masyarakat terkait polemik makam Sunan Bonang, dan masih memintai keterangan sejumlah pihak.

"Kita akan siapkan penyidik untuk menelaah lebih lanjut terkait pengaduan tersebut," terangnya.

Polemik tersebut masih memicu perdebatan di tengah masyarakat dan viral di media sosial. Apalagi, sebelumnya Habib Husein sempat membuat pernyataan di akun TikTok dengan menjanjikan hadiah Rp1 miliar bagi siapa saja yang bisa membuktikan adanya makam palsu di kompleks Sunan Bonang.

Lebih lanjut, kondisi itu juga sudah dipantau oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban, Moh Emawan Putra. Pihaknya, melempar polemik makam tersebut ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelestarian cagar budaya.