Pemuda Tikam Imam Masjid di Morowali Utara saat Salat Subuh, Pelaku Positif Narkoba

Sebuah video rekaman CCTV berdurasi 25 detik viral di media sosial. Video itu memperlihatkan aksi seorang pemuda menikam perut imam masjid saat tengah memimpin salat subuh menggunakan senjata tajam. 

OlehFauzan
Diperbarui 25 Agustus 2025, 15:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Aksi sadis terjadi di Masjid Baiturrahman, Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Senin (25/8/2025). Aksi ini terekam dalam video yang memperlihatkan aksi seorang pemuda menikam perut imam masjid saat tengah memimpin salat subuh menggunakan senjata tajam. 

Dalam insiden itu para jemaah yang berada di belakang korban berhasil mengejar dan menangkap pelaku, sebelum kemudian diamankan oleh polisi yang datang ke lokasi. 

KBO Reskrim Polres Morowali Utara, Iptu Theodorus Resupal membenarkan insiden tersebut. Dia meyebutkan bahwa pelaku diketahui berinisial AL (23),warga asal Desa Balaang, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, yang saat ini tinggal di Desa Tompira.  

"Pelaku sempat dihakimi massa, namun berhasil kami amankan. Saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Morowali Utara," ujar Iptu Theodorus saat dikonfirmasi Senin (25/8/2025).

Positif Narkoba

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti. Salah satunya sebilah badik yang digunakan pelaku untuk menikam korban dan sebuah telepon genggam milik pelaku. 

Theodorus memastikan bahwa pihaknya hingga saat ini masih mendalami motif pelaku melakukan aksinya. Namun dari hasil pemeriksaan urine, pelaku dipastikan positif menggunakan narkoba

"Keterangan pelaku masih berubah-ubah dan dari informasi yang kami peroleh, korban tidak mengenal pelaku," jelasnya.

Terpisah, Kapolres Morowali Utara, AKBP Reza Khomeini, yang dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan kejadian tersebut. Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

"Kasus ini sudah ditangani oleh penyidik. Kami mohon masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian," tegasnya.

Dari informasi yang diterima, Ustaz Muhammad Jumali sempat dilarikan ke Klinik Krisna untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun saat ini, imam masjid sekaligus guru mengaji itu telah dirujuk ke RSUD Kolonodale untuk penanganan lebih lanjut.