Cekcok soal Uang Kencan Berujung Penikaman PSK

Seorang PSK berinisial DA mengalami luka tusuk setelah diduga ditikam pelanggan yang menolak membayar tarif kencan di sebuah kafe di Bandar Lampung.

Diterbitkan 17 Mei 2026, 12:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria di Kota Bandar Lampung nekat menikam pekerja seks komersial (PSK) usai diduga enggan membayar tarif kencan setelah berhubungan badan.

Akibat kejadian itu, korban berinisial DA (40), mengalami luka tusuk di bagian dada kanan dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di Cafe Bintang 1, kawasan eks lokalisasi Pemandangan (PMD), Kelurahan Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Jumat (15/5/2026) dini hari.

Kapolsek Panjang, AKP Ipran mengatakan, aksi penikaman bermula saat pelaku datang ke lokasi dan berkencan dengan korban di dalam kamar.

Namun setelah selesai, pelaku diduga menolak membayar uang kencan yang diminta korban.

“Saat dimintai uang kencan, pelaku marah lalu langsung menikam korban di bagian dada sebelah kanan,” kata Ipran, Minggu (17/5/2026).

Setelah menusuk korban, pelaku langsung melarikan diri dari kamar sambil membawa sepeda motornya. Pelaku bahkan disebut kabur hanya mengenakan celana pendek warna krem.

Warga yang melihat aksi mencurigakan tersebut sempat mencoba mendekati pelaku. Namun pria itu buru-buru menyalakan motornya dan melarikan diri ke arah Jalan Soekarno-Hatta.

 

Korban Dilarikan ke RS

Polisi yang melakukan penyelidikan menemukan sejumlah barang bukti di kamar lokasi kejadian, seperti kaos hitam dan sandal yang diduga milik pelaku. Selain itu, bercak darah juga ditemukan di tempat tidur dan lantai kamar.

“Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) untuk mendapatkan penanganan medis. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku. Kondisi korban saat ini telah membaik,” jelasnya.

Kasus penikaman itu kini ditangani Polsek Panjang bersama Unit Inafis Polresta Bandar Lampung.

"Saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan, mohon waktu," tandasnya.