Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Terdeteksi di Dekat Kabel Listrik Bawah Laut, Begini Kata PLN

Tim SAR gabungan mendeteksi, diduga bangkai dari KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) lalu, bergeser mendekati kabel listrik bawah laut milik PLN.

Diperbarui 10 Juli 2025, 13:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Banyuwangi - Tim SAR gabungan mendeteksi bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali bergeser mendekati kabel listrik bawah laut milik PLN.

Bangkai KMP Tunu Pratam Jaya tersebut diduga bergeser 1 kilometer dari lokasi awal dilaporkan kecelakaan laut tersebut.

Menurut Senior Manager Pemeliharaan Transportasi PT PLN Unit Induk Transmisi (UIT) Jawa Bagian Timur dan Bali, Indra Puspanugraha, pada saat kejadian awal posisi bangkai kapal 1,3 kilometer dari kabel laut. Sedangkan saat ini jarak bangkai kapal dari kabel bawah laut hanya 30 meter

"Saat ini PLN terus melakukan pemantauan dari hari ke hari untuk memastikan kondisi kapal tidak menggangu kabel laut yang berdampak akan mengurangi pasokan listrik ke Pulau Bali," ujarnya saat konfrensi pers bersama Basarnas di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Rabu malam (9/7/2025).

Indra mengatakan, PLN juga berupaya untuk memastikan segala proses pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya tidak berdampak pada kerusakan kabel bawah laut, sehingga PLN yakin pasokan listrik ke Bali tetap normal dan berjalan seperti biasanya.

"Untuk saat ini pasokan listrik ke Bali masih aman dan berjalan normal, namun kami masih tetap waspada. Kami belum tahu apa dampaknya kondisi kapal terhadap kabel bawah laut kami," tuturnya.

Indra juga meminta kepada para pihak terkait yang melakukan proses pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya di sekitar lokasi kabel bawa laut untuk terus berkoordinasi.

Hal ini perlu dilakukan karena jarak bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berdekatan dengan kabel bawah laut yang memiliki daya sangat besar mencapai 150 Kilovolt.

"Yang perlu dipertimbangkan adalah faktor keselamatan saat Tim SAR gabungan melakukan evakuasi kepada korban dan sebagainya. Intinya kami berharap tetap berkoordinasi, karena ini jalur listrik ke Pulau Bali," tegasnya.

Titik Bangkai Kapal Sangat Dekat dengan Kabel Bawa Laut

Sementara itu, Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan, bahwa objek yang diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berada di titik Renfrensi antara titik 4 dan 7.

Menurutnya, Jarak masing- masing titik berkisar 124 meter, namun kedua titik berjarak sangat dekat dengan kabel bawah laut yaitu hanya 30 meter.

“Data yang kami miliki mudah- mudahan valid dan bisa kami laporkan ke jajaran pimpinan sehingga langkah kami lebih tepat lagi,”katanya

Bantuan pemindaian bawah air dari KRI Spica milik TNI AL telah dilakukan dan hasil pemindaian hari ini diharapkan dapat dirilis esok hari untuk memverifikasi data yang telah dikumpulkan.