Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Bandung Diklaim Hanya Tersisa 0,5 Persen

Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengeklaim kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung kini hanya menyisakan 0,5 persen.

Diterbitkan 27 Juni 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengeklaim kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung, Jawa Barat saat ini hanya menyisakan 0,5 persen. 

"Mengurangi angka kemiskinan ini merupakan suatu kewajiban kita bersama. Termasuk Kabupaten Bandung, terutama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem yang tahun 2026 targetkan nol persen," kata Dadang dalam keterangan tertulis, dikutip pada Minggu, 22 Juni 2025.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2024, kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung tercatat berada pada angka 0,5 persen. Angka itu turun dibandingkan tahun 2021, yakni 1,78 persen.

Maka untuk mendorong pengentasan kemiskinan ekstrem tersebut, Dadang menyebut pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa.

"Nanti kita bagi habis berapa jumlah riil berdasarkan data SEN atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Data SEN ini salah satu patokan untuk  bagaimana kita melakukan intervensi," ucapnya.

Salah satunya, menurut Dadang, dengan perencanaan matang terkait penggunaan anggaran. Dengan demikian, target kemiskinan 0 persen pada 2026 diharapkan dapat tercapai.

"Di setiap desa misalnya ada 10 atau 20 orang nanti kita bagi berapa orang yang dibiayai oleh APBN, berapa orang yang dibiayai oleh APBD provinsi dan kabupaten, dan termasuk desa. Sehingga tahun 2026 itu betul-betul nol persen untuk kemiskinan ekstrem," pungkasnya.

Selain itu, Dadang mengaku Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung juga menyelesaikan sebanyak 29.347 rumah tidak layak huni (rutilahu). Persoalan rutilahu tersebut ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan.

"Kenapa kita sasaran rutilahu? Karena kemiskinan ekstrem itu di antaranya indikatornya adalah rumah yang tidak layak huni," tandasnya.

Di sisi lain, Dadang menyebut penuntasan kemiskinan ekstrem setidaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp50 juta per kepala keluarga.

"Tentunya dalam kurun waktu yang singkat ini 0,5 persen miskin ekstrem di Kabupaten Bandung, berdasarkan penelitian dan pengalaman yang dilakukan, bahwa untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem itu membutuhkan anggaran Rp50 juta per kepala keluarga," tuturnya.

Penulis: Arby Salim

 

Simak Video Pilihan Ini: