Profil Prof Armid, Rektor Universitas Halu Oleo Kendari yang Baru

Usai mendapat suara terbanyak pada pemilihan rektor (Pilrek) dengan total 31 suara, Prof Armid resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Periode 2025-2029.

Diperbarui 17 Juni 2025, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Usai mendapat suara terbanyak pada pemilihan rektor (Pilrek) dengan total 31 suara, Prof Armid resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Periode 2025-2029.

Ketua Panitia Pilrek UHO Prof Weka Widayati mengatakan, berdasarkan hasil perolehan suara secara keseluruhan pada pemilihan Rektor Universitas Halu Oleo, Prof Armid berhasil meraih suara tertinggi sebanyak 31 suara, sedangkan Prof Takdir Saili hanya kalah satu suara dengan perolehan 30 suara, dan selanjutnya Prof Ruslin meraih 13 suara.

"Prof Armid 31, Prof Ruslin 13, dan Prof Takdir Saili 30 suara. Total suara 74 suara, suara menteri 26, dan anggota senat semua ada 49 orang, tapi satu izin melaksanakan ibadah Haji," kata Weka Widayati.

Prof Weka mengapresiasi seluruh rangkaian Pilrek UHO yang sampai saat ini berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.

Bahkan, dalam suasana pemilihan final tersebut juga berlangsung dengan tenang dan penuh dengan canda gurauan dari para Anggota Senat UHO hingga Wakil Menteri (Wamen) Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) Prof. Fauzan.

"Suasananya (Pilrek) sepertinya tidak masalah, malah penuh dengan gurauan, bahkan candaan, Pak Wamen memang sempat memberikan pengarahan dan cerita, dan kita juga dalam pelaksanaannya rileks lah, tidak ada tekanan apa-apa," ujarnya.

Weka Widayati mengungkapkan usai penetapan terpilihnya Prof Armid di tingkat universitas, pihaknya akan kembali meminta kelengkapan berkas terhadap yang bersangkutan agar dikirim ke Kementerian Ristek Dikti Republik Indonesia (RI) untuk keperluan penetapan dan pelantikan sebagai Rektor UHO Periode 2025-2029.

"Tahap selanjutnya nanti administrasinya dilengkapi semua untuk langsung dikirim ke Kementerian untuk mendapatkan penetapan atau sekaligus pelantikan," ungkap Weka Widayati.

Dia berharap untuk penetapan dan pelantikan Rektor UHO yang baru itu dilaksanakan sebelum tanggal 3 Juli 2025. Sebab, hal itu dilakukan untuk segera mengganti posisi rektor sebelumnya yang akan berakhir pada tanggal 2 Juli 2025 mendatang.

"Tapi waktunya tergantung kementerian, yang pasti kita harap tidak lebih dari tanggal 2 Juli 2025 sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, sekaligus juga itu masa jabatan rektor sebelumnya," tambah Weka Widayati.

Profil Prof Armid

Prof Armid merupakan akademisi yang sudah malang melintang di dunia pendidikan. Pria kelahiran Kendari, 18 Juni 1975 ini, punya sederet gelar akademik dari banyak kampus bergengsi, dari dalam maupun luar negeri.

Gelar S1nya didapat dari Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar.

Kemudian dirinya melanjutkan pendidikan S2 di dua kampus berbeda, dengan jurusan yang berbeda pula. Prof Armid meraih gelar S2 Kimia, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Lalu juga meraih gelar S2 Marine Chemistry di University of the Ryukyus, Jepang.

Kemudian Prof Armid menyandang gelar S3 Marine and Environmental Science, University of the Ryukyus, Jepang (gelar Doctor of Science/DSc, 2011).

Di kampus Universitas UHO Kendari, Prof Armid sudah mengabdi menjadi dosen sejak tahun 2000.

Di kampus itu juga, dirinya sempat menjadi Wakil Rektor IV UHO Bidang Perencanaan dan Kerja Sama pada periode 2017-2021 dan 2021-2025.

Kemudian dikukuhkan menjadi Guru Besar Ilmu Kimia Kelautan UHO pada 18 Oktober 2023.

Tak hanya itu, sebelumnya Prof Armid juga tercatat pernah menjadi Foreign Visiting Researcher dan Research Assistant di University of the Ryukyus, Jepang (2007-2011).

Kini pada 16 Juni 2025, Prof Armid dikukuhkan menjadi rector di kampus tempatnya mengabdi, Universitas UHO Kendari.

Â