Manajah Antang, Ritual Kuno Dayak untuk Mencari Lokasi Musuh dalam Perang

Burung ini dianggap sebagai penghubung antara dunia manusia dan roh leluhur. Ritual ini biasanya dipimpin oleh seorang pangkalima atau dukun adat yang memiliki kemampuan spiritual tinggi.

Diterbitkan 08 Juni 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Palangka Raya - Sebagai salah satu ritual tertua suku Dayak, manajah antang dikenal sebagai tradisi spiritual untuk mencari petunjuk lokasi musuh dalam peperangan. Ritual ini melibatkan pemanggilan roh leluhur melalui burung antang (elang) sebagai perantara.

Mengutip dari berbagai sumber, manajah antang merupakan ritual khas masyarakat Dayak yang dilakukan dalam situasi perang atau konflik. Tujuannya adalah mendapatkan petunjuk tentang keberadaan lawan melalui tanda-tanda alam, khususnya gerak-gerik burung antang.

Burung ini dianggap sebagai penghubung antara dunia manusia dan roh leluhur. Ritual ini biasanya dipimpin oleh seorang pangkalima atau dukun adat yang memiliki kemampuan spiritual tinggi.

Sebelum proses dimulai, dilakukan persiapan seperti menyiapkan sejen berupa beras kuning, daun sirih, tuak, dan ayam hitam. Proses inti manajah antang dimulai dengan pembacaan mantra dan permohonan kepada roh leluhur.

Sang dukun akan memasuki kondisi trance untuk berkomunikasi dengan alam gaib. Burung antang kemudian dilepaskan, dan pergerakannya diamati secara seksama.

Arah terbang, suara, atau perilaku burung diinterpretasikan sebagai petunjuk lokasi musuh. Masyarakat Dayak percaya bahwa burung antang tidak bergerak secara acak.

Jika burung terbang ke arah tertentu dan bersuara nyaring, itu dianggap sebagai tanda bahwa musuh berada di wilayah tersebut. Sebaliknya, jika burung enggan terbang atau berputar-putar, bisa diartikan bahwa situasi tidak menguntungkan untuk menyerang.

 

Pencarian Orang Hilang

Selain untuk perang, manajah antang juga pernah digunakan dalam pencarian orang hilang atau menentukan lokasi berburu. Akan tetapi, fungsi utamanya sebagai strategi perang tradisional yang diandalkan sebelum adanya teknologi modern.

Tradisi ini tidak sekadar dianggap sebagai ritual biasa, melainkan memiliki makna yang luas. Salah satu fungsi utamanya adalah membantu mengatasi berbagai kesulitan hidup.

Masyarakat meyakini bahwa melalui manajah antang, mereka dapat memperoleh bantuan spiritual untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi, baik yang bersifat personal maupun komunal. Selain itu, manajah antang juga berperan dalam menciptakan rasa aman dan ketenangan.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini dianggap mampu memberikan perlindungan spiritual, sehingga masyarakat merasa lebih tentram dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Keyakinan akan adanya roh antang yang melindungi turut memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan diri.

Penulis: Ade Yofi Faidzun