Fahri Bachmid dan Anas Urbaningrum Kupas Isu Ketatanegaraan di Latihan Kader HMI Sulsel

HMI Sulawesi Selatan menggelar Latihan Kader III Tingkat Nasional 2025 di Makassar, menghadirkan Fahri Bachmid dan Anas Urbaningrum sebagai pembicara.

OlehFauzan
Diperbarui 23 Mei 2025, 13:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Selatan sukses menggelar Advance Training (Latihan Kader III) Tingkat Nasional Tahun 2025 dengan tema “Insan Cita 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel UIN Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/5/2025). 

Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, dengan tujuan membentuk kader HMI yang berwawasan luas dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini menghadirkan pakar hukum tata negara Fahri Bachmid sebagai pembicara utama. Fahri, yang juga mengajar di Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, membawakan materi berjudul 'Potret Hukum Ketatanegaraan Indonesia: Polarisasi Legislasi dan Ketimpangan Lembaga Negara'.

Dalam paparannya, Fahri Bachmid menyoroti kompleksitas sistem ketatanegaraan Indonesia, khususnya pengaruh polarisasi politik terhadap proses legislasi serta ketimpangan fungsi antarlembaga negara. Ia menekankan pentingnya penguatan sistem untuk menjaga independensi serta mekanisme checks and balances.

"Polarisasi politik sering memengaruhi produk hukum. Oleh karena itu, partisipasi publik yang bermakna dalam penyusunan RUU sangat penting agar undang-undang yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kepentingan masyarakat dan menjawab kebutuhan riil," ujar Fahri.

Ia juga menjelaskan bahwa meaningful participation atau partisipasi yang bermakna merupakan keterlibatan aktif dan substansial masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, khususnya dalam pembentukan kebijakan publik dan peraturan perundang-undangan. Konsep ini menjadi kunci untuk meningkatkan legitimasi dan efektivitas hukum di Indonesia.

Sementara itu, Anas Urbaningrum turut memberikan perspektif strategis mengenai peran pemuda dan kader HMI dalam menghadapi dinamika politik dan kebangsaan. Ia menekankan pentingnya konsolidasi gerakan mahasiswa berbasis nilai keislaman dan kebangsaan untuk memperkuat demokrasi serta mendorong keadilan sosial.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta dan panitia karena dianggap strategis dalam membekali kader HMI dengan pemahaman mendalam tentang isu-isu ketatanegaraan, politik, dan kebangsaan.

Melalui pelatihan ini, HMI Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk mencetak kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap dinamika sosial, hukum, dan politik di Indonesia.

 

Simak juga video pilihan berikut ini: